Malam Minggu tiba.
Andrea juga Revan, malam ini ingin membawa anak-anak jalan-jalan ke Mall, yang anak-anak sukai. Andrea dan Revan sedang bersiap, begitu juga anak-anak sedang disiapkan oleh suster. Taklupa suster membawa tas berisi keperluan mereka, juga stroller bila adik merasa bosan jalan kaki. Setelah bersiap selama Tiga Puluh menit, kini mereka segera turun dari lantai atas menuruni anak tangga ke lantai bawah. Anak-anak dan suster, lebih dulu jalan. Disusul dengan Andrea, juga Revan. Taklama kini mereka berada di depan mobil, pak Panjul telah siap dibelakang kemudi. Revan juga Andrea di kursi tengah serta adik, Suster dan kakak di kursi belakang. Setelah siap semua, Pak Panjul langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah menempuh perjalanan Dua Puluh Lima menit, akhirnya mereka sampai di depan Mall. Pak Panjul melajukan Mobil kearah depan pintu masuk Mall lebih dulu, setelah semua turun, baru setelah itu pak Panjul melajukan mobil ke basement tempat parkir.
Kini Andrea, Revan, serta anak-anak juga para suster telah berada di dalam Mall. Ketika di dalam, kakak juga adik mereka ingin segera mandi bola,!
"Amih, kakak ingin mandi bola Amih."
"Iya ade uga Amih."
"Iya sayang, iya mandi bola. Ditemani suster yah, Mommy mau cari baju baru dulu buat kalian dan juga Mommy ya."
"Iya Amih."
Lalu Andrea memberikan uang kes pada suster, untuk anak-anak bermain.
"Sus, ini uangnya buat anak-anak mandi bola, sama yang lainnya nanti, kalau sudah selesai jangan lupa hubungi saya ya."
"Iya bu, nanti kami kabari bila anak-anak sudah bosan."
Setelah Andrea memberikan Sepuluh lembar uang merah pada suster, untuk anak-anak. Andrea langsung meninggalkan mereka, untuk berbelanja baju anak-anak lebih dulu, serta belanja kebutuhan dapur yang sudah berkurang. Andrea mengajak Revan untuk menemaninya berbelanja.!
"Sayang, temani aku belanja yu."
"Ayo sayang."
Andrea juga Revan menuju Supermarket lebih dulu, untuk belanja kebutuhan dapur yang sebagian stoknya mulai berkurang. Kini Andrea sedang memilih apa saja yang dibutuhkan, juga taklupa Andrea menambah stok s**u anak-anak. Tak terasa setelah pilih-pilih beberapa barang, kini troli itu penuh. Andrea langsung membayar di kasir, menggunakan kredit card pribadinya. karena Revan tak cukup uang untuk membayar'nya, juga uang yang Revan transfer Dua Puluh juta ke Andrea itu uang yang terakhir bulan ini. Selain itu tidak ada lagi, hingga akhirnya Andrea yang membayar semua belanjaan. Beruntung Andrea belum lama mendapat bonus gajih dari Perusahaan karena proyek yang goal atas Profosal yang Andrea ajukan mewakili Perusahaan. Setelah selesai belanja kebutuhan dapur, Andrea berpindah ke Toko pakaian. Andrea masuk kedalam Toko itu, memilih baju yang cocok untuk anak-anak mereka, lanjut memilih untuk nya sendiri, dan untuk Revan. Tak lama setelah selesai memilih baju, Andrea langsung membayarnya di kasir.
~~~~~•••~~~~~
Sementara Anak-anak.
kini Kakak juga Adik sedang asyik bermain, memilih apa saja yang mereka suka. Menaiki wahana anak kecil yang mereka ingin, tertawa lepas begitu riang bahagia'nya mereka. Tertawa dengan polosnya, membuat orang di sekelilingnya turut senang. Para Ibu lain yang membawa anak mereka, begitu kagum dengan mereka. Karena Gavasha, sang kakak terlihat begitu Cantik juga lucu serta lincah, begitu juga dengan sang adik, yang sangat tampan juga tak kalah lucu walau kadang tengil dengan kejahilannya terhadap sang kakak. Setelah bermain selama 2 jam, akhirnya mereka merasa kelelahan, lalu meminta s**u pada suster mereka,!
"Encus, Ita cucu encus.!"
"Iyaa sebentar encus bikin dulu ya."
Langsung suster membuat s**u untuk keduanya, lanjut mereka tidur diatas pangkuan suster, sambil menikmati s**u yang didalam botol, hingga habis. Setelah puas minum s**u, anak-anak menanyakan ke'dua orang tua mereka.
"Encus, ana Amih ama Apih?"
"Mommy sama Papih, lagi belanja. Kakak mau apa memang?"
"Kakak lapel cus, ata(aka) ingin akan(makan).!"
"Yaudah sebentar sus telpon dulu ya.!"
"Iya cus."
Suster langsung menghubungi Andrea, tak lama di panggilan ke'empat Andrea menjawab.
"[Iya Sus, ada apa?]"
"[ini bu, anak-anak ingin makan, ibu lagi dimana?]"
"[yaudah, suster turun ke lantai dua, kita ketemu disana ya, kita makan dulu.!]"
"[Baik bu.!]"
Setelah menutup panggilan, suster langsung turun ke lantai dua, menuju tempat makan disana.!
Kini suster juga anak-anak, telah sampai di lantai dua. Terlihat Andrea telah menunggu di depan pintu masuk Restaurant, begitu juga Revan. Begitu melihat Mommy mereka, anak-anak langsung minta di gendong, pada sang Mommy. Setelah anak-anak di gendongan Andrea, mereka masuk kedalam. Namun Andrea bingung, karena suster tidak ada bersama mereka. Andrea pun kembali ke pintu masuk, terlIhat suster berdiri disana. Lalu Andrea'pun menegurnya, meminta ke'dua suster'nya ikut makan di dalam.
"Sus, ayo ikut makan jangan disini."
"Gausah Bu, lebih baik kita disini saja bu, ibu saja yang makan sama bapak juga anak-anak."
"Ayolah sus masuk, saya gaenak sus kalau begini.!"
Andrea menarik tangan ke'dua suster itu, untuk masuk ke dalam.
"Bu, ditempat yang dulu kami biasanya seperti ini bu, kami nunggu. Karena takut mengganggu aktifitas keluarga majikan. Dan kita beda, gak pantas makan bareng majikan."
"Kata siapa gak pantas, dihadapan tuhan semua manusia sama gak ada bedanya. Ayo sus, kasian anak-anak tuh udah nungguin."
"Baiklah Bu, jika ibu memaksa."
"Oke, ayo kita masuk sus makan bareng, dan pilih yang suster mau, jangan lihat harga pilih saja jangan sungkan."
Kini Andrea kembali duduk disamping anak-anak, begitu juga dengan suster, kini duduk dimeja yang berdekatan dengan meja majikan. Lanjut suster memesan makanan yang mereka suka, serta minumannya. Setelah menunggu Tiga puluh menit, akhirnya pesanan mereka tiba di depan mata. Aroma steak yang begitu menguar, membuat siapa saja akan tergoda. Namun suster bingung cara memotong dagingnya, karena mereka baru pertama kali memakan steak. Hingga suster Rima mencoba memakan langsung oleh gigi, tanpa dipotong lebih dulu, begitu juga dengan suster Risa. Dan itu terlihat oleh Andrea. Langsung Andrea menghampirinya, dan memberi contoh cara memotong daging steak biar gampang.
"Sus, kenapa makan nya begitu?"
"Owh ini bu, jujur saya tak bisa memotong daging nya."
"Yaudah sini saya kasih contoh.!"
"Iya bu, terimakasih."
Andrea mencontohkan cara memotong daging steak di depan suster, hingga akhirnya suster bisa. Membuat keduanya merasa senang, dan berulang kali mengucapkan terimakasih pada sang majikan.!
"Terimakasih ibu, makasih banyak udah memberi tahu kami cara memotong daging Steak, akhirnya sekarang kami gak bingung lagi."
"Iya sus sama-sama, lain kali jangan sungkan untuk bertanya ya sus."
"Iya bu."
Kini mereka dapat menikmati makanan dengan tenang, dan nyaman.!