Bab 2 : Ini keputusan Akhir

1125 Kata
Jay baru saja tiba di rumah milik saudara kembarnya, Jake. Tetapi rumah itu tidak berpenghuni, maka Jay mencoba untuk menghubunginya dan mengatakan jika dirinya pulang ke Indonesia setelah bertahun-tahun. Awalnya, Jay tak yakin nomor Jake masih terhubung. Tapi nyatanya, Jake masih menggunakan nomor yang lama. Syukurlah, Jay bisa bernapas lega saat panggilan itu terhubung. Setelah beberapa percobaan Jay lakukan tidak membuahkan hasil. Jay memilih untuk pulang ke rumah yang disewanya, karena pada dasarnya Jay ke Indonesia hanya ingin melihat Jake berjalan bersama kekasihnya di acara pernikahannya. Setelah itu, Jay akan kembali ke Belanda. Tak selang lama tubuh Jay berbaring di atas kasur. Jay mendapati kabar dari temannya yang tinggal di Indonesia jika Jake mengalami kecelakaan tunggal di jalan tol. Jay yang panik, segera beranjak menuju rumah sakit yang dituju. Matanya basah saat melihat tubuh saudaranya lemah di atas ranjang rumah sakit dengan beberapa alat medis yang terbuhung. Ini sudah ketiga harinya Jay melihat Jake yang terpejam. Selama itu, yang dilakukan Jake hanya diam, seraya berharap saudaranya itu dapat bangun. Ada banyak hal yang ingin Jay bicarakan pada Jake. Tapi, sekalinya dia bertemu takdir malah menyuguhkannya dengan kejadian seperti ini. Itu membuat Jay menyesal dengan segala keputusannya selama ini untuk meninggalkan Jake. “Kakak kamu pasti senang, liat kamu di sini, Jay.” Itu kata pria paruh baya yang akrab disebut Papa oleh Jay. Selama Jake koma, pria itu juga yang selalu menemani Jake di rumah sakit. Jay menggeleng lemah. “Jake gak mau aku datang, Pah. Makanya, Jake kaya gini.” Mendengar itu, tidak ada kata yang mampu Papa ucapkan lagi. “Jay harus pergi sekarang,” katanya lagi seraya bangkit dari duduknya. Hal itu pula mengundang rasa penasaran Papa akan kemana perginya Jay. “Mau kemana? Jangan pergi terlalu jauh, Jay. Tetap di sini, tunggu Kakakmu sadar.” “Jake akan sadar, kalo aku gak ada, Pah,” sahut Jay dengan setengah hati yang pilu. Papa menyela cepat. “Justru kalo kamu pergi. Gak ada alasan buat Jake untuk tetap hidup.” “Jay bukan alasan Jake untuk tetap hidup, Pa. Ada tunangannya, Jake pasti akan bertahan hidup buat dia.” Setelah itu Jay beneran pergi. Dan Papa tak ada upaya untuk menghentikan langkah putranya itu. Dihari kelima, Jake berhasil sadar, berkat doa dari orang-orang yang menyayanginya. Sampai dihari kedua Jake sudah bisa bernapas dengan tenang, Jake melihat keadaan Neyna yang menyedihkan di atas bangsal. Gadis itu sedang koma. Kecelakaan lalu lintas itu yang menyebabkan kisah ini terjadi. Jake tak kuasa menahan haru, sampai dia memutuskan untuk kembali ke ruangannya. Sesampainya di ruangan inap vvip nya. Jake menemukan sosok Jay di sana. Ada sorot mata penuh perasaan prihatin dalam retina milik Jay. Jay tidak menunggu apa-apa lagi untuk dia memeluk Jake. Dan anehnya, Jake juga tidak menolak sama sekali. Dia bahkan menangis sama seperti Jay. “Maaf. Maaf kan aku Jake!” rintih Jay pada seorang kakaknya yang selama ini ia tinggalkan. Jake ingin bilang, jika semua upaya Jay saat ini hanya percuma. Tapi rasa sakit dalam dadanya timbul, hingga dia kesulitan untuk bernapas, ditambah pening dalam kepalanya begitu nyeri. Hingga Jake ambruk dalam pelukan Jay. *** Delapan Jam berlalu, yang dilakukan Jay masih diam menunggu Jake membuka matanya. Kecelakaan itu membuat Jake mengalami gagar otak. Dan Jay, tidak tahu lagi harus melakukan apa selain berharap pada keajaiban. “Jay ....” Jake merintih Otomatis membuat Jay menegakkan punggungnya. “Kenapa Jake? Sakit dibelah mana?” tanya Jay panik Jake menggeleng lemah. “Aku seneng kamu kembali, Jay,” kata Jake yang suaranya sangat parau “Tapi, aku gak yakin kalo aku bakalan bertahan.” “Jangan bilang gitu,” sela Jay cepat “Kalo Kakak pergi. Kamu mau gak nolongin Kakak?” “Kakak gak pergi pun, aku mau nolongin Kakak.” “Kalau begitu, gantiin posisi Kakak sebagai Jake untuk Neyna.” Jay terdiam. Permintaan itu sangat diluar dugaannya. Saat ini, Neyna masih koma. Dan Jake tidak mau begitu Neyna bangun, dia akan mendapati kabar kepergiannya. Jay menggeleng. “Sampai kapan pun, aku gak bisa gantiin posisi Kakak buat Neyna.” “Jay tolong ....” perkataan Jake belum ia selesaikan. Karena Jake tiba-tiba sesak napas. “Jake, tolong kamu harus bertahan!” Jay berteriak keras “Jake!” Teriakan Jay nyatanya tak mampu untuk menghentikan kepergiannya Jake. Jay, hilang kendali melihat Jake tidak bernapas. *** Seminggu setelah meninggalnya Jake. Jay tinggal di rumah semasa kecilnya bersama Papa. Permintaan terakhir Jake selalu terngiang dikepalanya. Jay tidak mungkin bisa menggantikan sosoknya di depan Neyna. Karena walaupun Jake dan Jay memiliki kemiripan dalam rupa, orang-orang akan bisa membedakannya dalam segi penampilan dan sikap. Jake yang selalu berpenampilan rapih, dan bersikap manis. Sementara Jay selalu tampil lebih mencolok disebut Badboy. Dan bersikap agak dingin. Papa melihat Jay berdiri di depan nakas kamarnya Jake, sedang melihat foto Jake bersama Neyna. Perlahan kakinya terayun untuk menghampiri putranya. “Kamu masih ingat. Gadis cantik yang selalu kamu lindungi di taman bermain itu, Jay?” tanya Papa tiba-tiba Kening Jay mengerinyit. Pikirannya berusaha mengingat kejadian di masa lalu yang Papa maksud. “Delima?” Papa mengangguk. “Dia sekarang tumbuh menjadi gadis bernama Neyna.” “Apa?” Jay terkejut mendengar fakta yang baru saja Papa katakan. “Delima Neynasari. Itu namanya. Dan asal kamu tau, Jay. Selama ini, Neyna mengenal Jake sebagai diri kamu.” Jay terdiam untuk mencerna perkataan dari Papa. Dulu sewaktu Jay masih duduk dibangku SD. Jay memiliki seorang teman perempuan yang kerap ia jaga ditaman bermain. Gadis itu lugu dan terlalu polos, sehingga banyak anak-anak lain yang mengganggunya. Jika tidak karena Jay yang menjaganya Neyna tidak akan aman selama ditaman itu. Lalu ditahun berikutnya, keluarga Jay hancur sehingga membuat Jay tidak pergi lagi ke taman itu, sampai Jay memutuskan untuk pergi ke Belanda. Selama itu pula, Neyna selalu menunggu Jay menemuinya lagi di taman dan menjaganya. Tapi selalu tidak membuahkan hasil apa-apa, sampai Neyna masuk SMA dan di sana dia bertemu Jake. Neyna mengira jika Jake itu adalah Jay. Dan parahnya lagi, Jake membenarkan semua kesalah pahaman itu, hingga lambat laun Jake mengatakan bahwa dia sudah berganti nama bukan Jay lagi tapi dengan nama Jake. Itu lah kenapa, Neyna menyebut nama Jake tapi dengan pemahaman bahwa Jake adalah Jay. Setelah fakta yang dikatakan Papa, Jay pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Neyna. Jay tidak tahu jika di sana sedang ada kedua orang tuanya Neyna. Tentu saja mereka terkejut melihat Jay. Karena selama ini, mereka tidak mengetahui jika Jake memiliki saudara kembar. “Kamu siapa? Kenapa mirip Jake?” tanya wanita paruh baya di sana dengan pandangan penuh kejutnya. “Hallo, tante. Aku Jay. Saudara kembar Jake yang selama ini dirahasiakan. Jika Tante dan Om mengizinkan, saya akan menggantikan sosok kakak saya untuk Neyna.” Itu kata yang Jay ucapkan pada kedua orang tuanya Neyna.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN