Ale memasuki pelataran kampusnya dengan mood yang kacau, baru tadi pagi ia mendapat tamu bulanannya, dan seperti biasa, sifat manjanya akan timbul dengan sendirinya, alami tanpa dibuat buat. Ia melirik jam dipergelangan tangannya, sebenarnya ia tidak ada kelas pagi sekarang, tapi ia sengaja berangkat pagi agar bisa bertemu dengan Arsen. Ale segera beranjak menuju parkiran mobil, ia yakin sekali Arsen akan ke kampus menggunakan mobil hari ini. Setelah 20 menit menunggu, akhirnya mobil hitam dengan plat nomor yang sudah Ale hafal luar kepala sudah memasuki area parkiran. Ale menyunggingkan senyuman manisnya lalu bangkit, melangkah pelan menuju mobil Arsen yang berhenti cukup jauh didepannya. Baru beberapa langkah, langkahnya terhenti ketika melihat Arsen yang membukakan pintu untuk Feby,

