"Ayok buruan, aku anter ke dokter kamu habis itu aku pulang ya? Ale marah," "Eee anu, itu emm tadi dokterku bilang dia sibuk, iya sibuk, jadi pertemuan kita dibatalin," Arsen mengernyitkan dahinya dalam, "Dibatalin? Sebegitu pentingnya urusan dokter itu sampe ngebatalin pertemuan kalian? Gak bisa gitu dong, kalau udah bikin janji harusnya profesional," "Ya tapi gimana, dokternya bilang gak bisa ketemu hari ini," Arsen mengacak rambutnya kesal, "Kalau gini terus kapan kamu sembuhnya hah? Setiap kali mau ketemu dokter pasti batal terus, ayo," "Hah? Kemana??" "Aku ajak kamu ke dokterku dulu," "Eh, t-tapi," "Gak usah tapi tapian," Dengan kesal Arsen yang menarik kasar tangan Feby, sebenarnya ia tidak bertindak bertindak kasar ini, namun perasaannya sedang mengingat pertengkarannya sep

