" Assalamualaikum, Ale pulang," "Ijal juga," "Waalaikumsalam," Ale dan Rizal saling pandang melihat siapa yang menjawab salam mereka, "Daddy ngga kerja?" Tanya Ale lalu segera duduk disamping sang ayah. Dipta menggeleng, "Daddy masih ngurus surat surat kepindahan kamu." "Loh? Kan Ale belum bilang setuju atau engga buat pindah! Kok Daddy ngga tanya Ale sih??" Ucap Ale kesal, namun ayahnya itu masih tetap sibuk dengan berkas berkas ditangannya. "Di Seattle masih ada program pendidikan pelatihan Psikolog sejak Dini, mumpung usia kamu masih 17 tahun, kamu masih bisa ikut program ini, cuma 1 tahun kok. Jadi sekalian aja kamu lanjut sekolah disana." Wajah Ale berubah murung, "Tapi Ale ngga mau ninggalin Abby sama Reynand." Dipta menghentikan aktivitasnya, ayah dari dua anak itu melepaska

