Suasana mobil cukup hening, Arsen yang mendadak kembali menjadi Arsen yang pendiam, dan Ale yang masih menjalankan aksi merajuknya karena didiamkan Arsen. Oh ayolah, Ia tidak merasa melakukan kesalahan apapun, dan tiba tiba pemuda itu nampak mendiaminya seperti ini. Ale juga sadar bahwa sedari tadi Arsen tampak melirik sesekali kearahnya, ingin menyampaikan sesuatu namun ragu. Akhirnya Ale mendengar Arsen berdecak, ia tahu Arsen paling tidak tahan jika dirinya ikut diam seperti ini. "Besok gue ga bisa jemput." Ale hanya diam, tak menanggapi, bahkan menoleh saja tidak. Ia hanya menatap kedepan, menatap lurus kearah jalanan dengan raut wajah tak terbacanya. Arsen lagi lagi menghela nafasnya kasar, "Please Al, gue lagi banyak pikiran! Lo jangan nambah nambahin pikiran gue gini dong." K

