Aku baru saja terbangun, mataku masih setengah terbuka, ketika ponselku berbunyi. Nama kusayanganku terpampang di layar, dan senyumku langsung mengembang. Aku menggeser layar untuk menjawab panggilan video, dan seketika wajah Asya yang cantik muncul di hadapanku. Meski hanya lewat layar, ada perasaan hangat yang menjalar di dadaku. Sudah seminggu sejak aku kembali ke Bandung, dan perasaan rindu ini semakin hari semakin menumpuk. “Morning, Love,” sapanya. "Morning, Sayang," sapaku, suaraku serak karena baru bangun tidur. "Kamu sudah siap berangkat?" Di layar, Asya mengangguk tersenyum. Aku pun ikut tersenyum melihat wajahnya yang sumringah. Asya kini tak ragu lagi mengekspresikan dirinya, dan aku mensyukuri hal itu. “Apa kegiatan kamu hari ini, Sayang?” tanyanya. Aku mengedikkan bahuku

