“Bianca!” “Astaga, kenapa dia?” Semua orang berbondong-bondong menghampiri Bianca yang sekarang berpegangan pada pembatas tangga, supaya tidak terguling terlalu lama. “Bi, kamu kenapa?” Sakha yang paling panik. Lelaki itu langsung membetulkan posisi istrinya, agar bersandar di tubuhnya. “Sayang, sakit. Heels ku tiba-tiba patah pas mas mau turun tangga.” Bianca mengadu sambil memegangi perutnya “Dasar bodoh!” Umpatan kasar yang tiba-tiba terdengar, membuat mereka semua menatap Wisnu yang berdiri angkuh dengan tangan di kantong celana. Wajahnya garang, sudah menunjukkan jika lelaki itu tidak menyukai keadaan ini. “Sudah tahu sedang hamil, kenapa masih pakai heels, hah?! Sebenarnya, kamu itu punya pikiran apa tidak?” Sontak saja, wanita hamil yang tengah kesakitan itu menunduk takut

