Panik

1263 Kata

* Kejadian sebelumnya. “Begitu saja kalian tidak bisa?” Wisnu menggeram marah menatap istri dan menantunya. “Tapi, Pa. Beneran, kita udah kirim ke rumah si Gendhis. Kita ikutin kok kurirnya. Diterima langsung sama pengawal sewaan Bhumi. Mereka juga nggak kelihatan curiga. Langsung dikasih Gendhis juga.” Imelda membela diri. “Iya kan, Bi?” Wanita itu menyenggol lengan Bianca yang menunduk takut. “I—iya, Pa.” Bianca terbata, takut. “Kalau kalian benar kerjanya, kenapa bisa gagal? Kalian tahu kan kalau Gendhis masih baik-baik saja sampai sekarang? Tidak ada tanda-tanda terjadi hal buruk sama dia.” “Mungkin, dia nggak makan cake nya, kan juga bisa.” Imelda tak mau disalahkan. Sekali lagi, Wisnu menggeram rendah. “Kalian memang tidak becus. Kalian tidak bisa diandalkan dalam hal apapun.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN