“Aku bisa mandi sendiri!” Gendhis sampai berteriak saking terkejutnya. “Tapi kamu masih sakit, Gendhis. Kamu nggak denger dokter Anita bilang apa?” Gendhis memutar bola matanya malas. Alasan itu lagi yang Bhumi pakai. “Kalau Om ngeyel mau mendiin aku, aku nggak mau mandi.” “Aku bisa mengangkatmu.” Acuh Bhumi. Dia kembali menyodorkan sesuap bubur, tapi Gendhis melengos. “Aku juga nggak mau makan.” Kalau sudah begini, Bhumi tak bisa apa-apa selain mengalah. “Ya sudah, kamu boleh mandi sendiri tapi aku tungguin kamu di dalam.” “Ish, ngapain lagi sih?” Kesal Gendhis. Sudah tidak bisa berlembut-lembut lagi. “Aku takut kamu kenapa-kenapa di kamar mandi.” “Emangnya aku kenapa? Aku itu cuma nggak boleh bekerja terlalu berat sama stres. Kalau Om kayak gitu, aku malah makin stress.” Bhumi

