* “Om.” Panggil Laura sambil menelengkan kepalanya, ingin melihat ekspresi sang suami. Jimmy melirik singkat, tapi kembali pada kegiatannya lagi. Membuka kancing di lengan kemejanya. “Aku mandi dulu.” Ucap lelaki itu, nampak mengalihkan perhatian. “Om kenapa sih? Capek?” Laura tak menyerah. Dia terus bertanya, bahkan mengekori langkah suaminya. “Hem, ya. Pekerjaan di kantor banyak karena Papamu nggak berangkat.” “Sini aku bukain.” Tiba-tiba, Laura memaksa meletakkan tangannya di kerah kemeja Jimmy. “Aku bisa sendiri.” Jimmy sedikit mengelak, tapi Laura memaksa dengan pelototan matanya. Pada akhirnya, lelaki itu pasrah, namun helaan nafasnya terdengar berat. “Om marah sama aku?” Tanya Laura memaksa mengunci tatapan mata Jimmy yang bergerak-gerak sesukanya. "Marah kenapa? Aku cuma

