Kejadian sebelumnya. Laura: Pa, jemput aku di rumah Gendhis! Bhumi mengenyit melihat pesan dari anaknya. Dia yang belum sempat update video pantauan rumah Gendhis setelah meeting cukup alot dengan Wisnu dan Sakha, berniat menelpon Laura karena dia sedikit panik. Entahlah, Wisnu dan Sakha benar menguji kesabarannya belakangan ini. Proposal proyek yang sudah dia setujui dalam rapat, selalu disangkal oleh ayah dan adiknya, hanya demi bisa menjatuhkan wibawanya di perusahaan. Karena memang sudah terbagi menjadi dua kubu di perusahaan mereka, alhasil Bhumi harus berjuang keras untuk mematahkan sangkalan orang-orang yang tidak menyukainya. Tuuut… Bhumi heran. Pasalnya, panggilannya yang baru mencapai dering pertama, langsung dimatikan oleh Laura. Ting! Satu pesan masuk, dari anaknya yang

