* “Om.” Laura duduk gelisah di dalam mobilnya sendiri yang sudah masuk basement apartemen Jimmy. “Kenapa, Hem? Kamu sudah nggak sabar? Ayo turun! Aku sudah tidak sabar ingin menidurimu.” “Eh, tunggu, Om!” Laura buru-buru menarik Jimmy agar tidak jadi keluar. “Apa kamu mau melakukannya di sini, Hem? Kalau begitu, biar aku buat nyaman joknya dulu.” “Enggak, Om!” cegah Laura lagi, setengah frustrasi, saat Jimmy hendak menyentuh jok yang dia duduki. “Bukan itu!” Gadis itu mulai merengek. “Lalu?” Jimmy menantang dengan wajah menyebalkan. “Ish, jangan kayak gitu. Aku takut.” Suara Laura hampir bergetar. “Jangan kayak gitu gimana?” Gadis itu cemberut, bingung harus menjawab apa. “Jangan begitu! Aku takut kalau Om agresif.” Pada akhirnya, dia jujur. “Bukankah kamu yang mau? Kamu mau ki

