Pergi

1889 Kata

* Gendhis terduduk di lantai. Begitu langkah Sakha menghilang, dunia seperti runtuh di hadapannya. Seluruh ruangan berputar, hawa di dadanya sesak, dan telinganya seperti hanya mampu menangkap satu suara, “Mas Bhumi sudah menabrak mobil orang tuamu. Harusnya kamu minta keadilan, bukan malah mau-mau aja dimanfaatkan untuk mendapatkan anak dengan iming-iming duit.” Gendhis memegang dadanya, nafasnya tak beraturan. Tubuhnya membungkuk, bahunya bergetar, dan air mata jatuh begitu saja tanpa diminta. “Emangnya kamu nggak tau? Mas Bhumi itu udah nyuap keluargamu biar menghentikan kasus itu.” “Nggak! Nggak mungkin!” Lirih Gendhis hampir berbisik. Kepalanya menggeleng, matanya mulai buram karena air mata. “Oh, apa jangan-jangan kamu nggak tahu apa yang terjadi.” ucap Sakha lagi. Gendhis ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN