Laura Sudah Menikah

1258 Kata

Ceklek. Sebuah suara pintu tertutup membuat Gendhis cepat menarik tangannya sendiri. Laura yang semula melotot, juga baru sadar, langsung mengambil bunga di tangan Gendhis, kemudian mengembalikan kepada Sakha. “Nih, bawa balik sana! Gendhis alergi bunga mawar.” Terpaksa, Sakha menerimanya lagi karena Laura benar-benar mendorong benda itu hingga sebagiannya tercabik dan rontok. “Benarkah?” Tanya Sakha, entah pura-pura atau sungguhan memastikan. “Iya! Dan sebaiknya, Om keluar sekarang atau Papa akan marah sama Om?!” masih Laura yang melawan. Sayangnya, lelaki itu tak mengindahkan peringatan Laura. Sakha justru tersenyum smirk dengan satu alis terangkat. “Tenanglah, Papamu masih sibuk dengan orang-orangnya. Entah, mereka sedang membicarakan apa.” Laura tentu kesal dengan jawaban itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN