Cake Kiriman

1564 Kata

* Kejadian sebelumnya. “Papa, Gendhis mau ini.” “Eh enggak! Enggak! Cuma pengen aja, La.” Bhumi sampai menjauhkan ponselnya sedikit demi telinganya karena mendengar kegaduhan di seberang sana. Namun, meskipun demikian, dia tetap mendengarkan sampai perdebatan yang menurutnya lucu itu. “Tapi kalau pengen itu harus diturutin, Dhis. Nanti adek gue ileran.” “Cuma tertarik, La. Nggak yang pengen banget. Lagian, kalau gue pengen, gue bisa cari sendiri. Ngapain lo telepon Papa lo juga?” Suara di seberang sana, terdengar jelas, meskipun Bhumi yakin, ponsel Laura dijauhkan. “Ya nggak apa-apa. Kan itu anak Papa. Jadi, Papa wajib bertanggung jawab. Lagian ya, Dhis, kalau yang nyariin ngidam lo itu suami lo sendiri, rasanya lebih nikmat.” “Ye… sok tau lo! Kayak udah ngerasain aja. Gue nggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN