Rencana

1575 Kata

* “Jim, kamu urus sisanya ya. Aku harus pulang. Aku nggak tenang ninggalin Gendhis lama-lama.” Bhumi bangkit dari duduknya. Dia merapikan jasnya, kemudian mengambil ponsel dan kunci mobil. “Tunggu, Bos!” Cegah Jimmy, menghentikan pergerakan Bhumi. “Kenapa? Apa apa lagi?” Bhumi sedikit keberatan. Jimmy menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tak ada yang mendengarnya. Padahal, mereka sedang berada di dalam ruangan aman, di ruang kerja Bhumi. “Bos nggak lupa kan?” Bhumi menaikkan sebelah alisnya. “Apa?” “Sejak tadi, ada yang mengawasi pergerakan anda.” Bhumi mengangguk. Memang, sejak Bhumi datang ke kantor, ada seseorang atau beberapa orang, entah siapa mereka, terlihat mengawasi gerak-gerik Bhumi. Bahkan, salah satu dari mereka dicurigai sebagai karyawan perusahaan sendiri. “Kamu te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN