* Laura: Lo apain Papa gue, Dhis? Kenapa dia bisa jinak gitu? Kenapa gampang banget ngerestuin gue sama Om Jimmy? Padahal, sebelumnya aja, gue perang mulu sama dia. Begitu mendapat pesan itu, Gendhis langsung membalasnya. Gendhis: Gue janjiin balik ke rumah lo. Laura: Serius? Lo mau balik lagi? Udah maafin Papa? Gendhis: Mau gimana lagi? Gue sih masih kecewa. Tapi, kami punya ikatan yang emang nggak bisa saling jauh. Laura: Lo cinta sama Papa kan, Dhis? Ekspresi Gendhis sedikit menegang. Sejujurnya, dia bingung harus menjawab apa. Saking lamanya berpikir, Laura sampai sudah membalas lagi. Laura: Gue tau lo cinta sama Papa, Dhis. Dan gue juga tau kalau lo orang baik. Gue yakin lo bisa maafin Papa, Dhis. Gue berani bersumpah, kalau Papa udah bertanggung jawab sama keluarga korban. Ta

