Agen-Agen Kecil

1956 Kata

Farris menatap jalanan yang mulai lengang dengan tajam. Suasana malam yang tadinya riang dan penuh canda tawa berubah drastis. Wajahnya serius, seperti berubah menjadi pemimpin kecil dalam hitungan detik. Ia merendahkan suara, lalu menarik tangan Aloona dan Wilona yang masih sibuk berdebat soal siapa yang paling disukai anak cowok tadi. "Iona, Aloona, diam dulu. Cepat, ke semak itu. Ajak Wiliam. Sekarang!" bisiknya dengan nada tegas namun tetap terkontrol. Aloona hendak membuka mulut, mungkin untuk protes, tapi begitu melihat ekspresi Farris yang tidak biasanya—mata tajam dan alis mengkerut—ia langsung patuh. Begitu pula Wilona yang langsung menarik tangan Wiliam sambil melirik kanan kiri dengan rasa takut yang tiba-tiba menyergap. Sementara itu, Fauzan dan Fauzi tanpa perlu diperintah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN