Chapter 18 Mega dengan napas tercekat langsung mengalungkan kedua lengannya pada leher Athaya begitu pria itu mengangkat tubuhnya dari kursi roda tanpa peringatan. “Mau dibawa ke mana aku?” tanya Mega dengan tidak menutupi nada panik dan kebingungan dalam suaranya. “Kamu bisa pilih kamar yang sudah aku siapkan untukmu atau di kamarku?” goda Athaya tepat di depan wajah Mega dengan suara yang hanya bisa di dengarkan oleh mereka berdua. “Kenapa tidak di kamar bawah saja?” tanya Mega seraya mengedarkan pandangan mencari sebuah pintu yang mungkin saja adalah sebuah pintu untuk kamar tamu. “Tidak ada kamar di lantai bawah selain untuk pegawai di rumah ini. Kamu bukan pegawai, kamu adalah kekasihku.” Mega dengan memalingkan wajah, menghindari menatap wajah tampan Athaya seraya mendengkus je

