Chapter 11 “Aku sudah menyuruhmu untuk menjauhi Athaya bukan? Kenapa kamu sangat keras kepala?!” tegur Dama. Wanita muda itu berdiri di pinggir sungai menghadang langkah Mega yang baru saja selesai mengantarkan bekal makan siang ke bapaknya yang berada di sawah. “Sudah bagus-bagus kamu di kota, bukan. Susah loh cari kerjaan jaman sekarang,” tambah Dama lagi. “Terima kasih atas perhatianmu. Tapi ini kampungku, rumahku tinggal. Kok, kamu sepertinya tidak suka jika aku kembali ke sini. Begitu, ya?” balas Mega. “Itu karena aku nggak suka kamu dekat dengan Athaya.” “Aku ini berteman dekat dengan Adisty. Lalu, dekat yang seperti apa yang kamu maksud?” tanya Mega seraya mengulurkan tangan sebagai syarat agar Dama tidak menghalangi jalannya. Pasalnya saat ini mereka berdiri di tepi sungai.

