85. —Kepercayaan

1412 Kata

Kenapa canggung? Kenapa kayak anak remaja yang baru aja pertama kali ciuman? Kenapa sekaku ini ia dan Brama? “Aku pasti melakukan hal yang bodoh tadi malem,” Zana membuka topik obrolan mereka saat mobil terasa senyap. Yah, meski biasanya begitu saat ia dan Brama ada di mobil yang sama. Tapi kali ini, setelah apa yang terjadi tadi malam, Zana merasa kalau kesunyian ini terasa lebih aneh. Ia ingat semuanya. Ia ingat betapa dekatnya mereka tadi malam. “Saya sudah mengganti apa yang kita minum tadi malam,” Brama menjawab tanpa menjawab ucapan Zana. Oh, benar, mereka minum wine milik Alarik sampai tak bersisa. Zana yang tadinya akan berkilah pada kakak sepupunya tentang hilangnya barang selundupan itu memutuskan untuk tidak membahasnya lagi. Membahasnya hanya akan membuat semua hal menjad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN