Tak terasa kehamilan Veve masuki bulan ke lima. Dan selama itu Veve tidak pernah keluar rumah dengan alasan malu. Bahkan Veve sangat menghindari menghidupkan data di hp nya. Agar ia tak melihat pesan dari teman-temannya yang ia tebak pasti tengah mengolok-oloknya. Selama itu pula yang Veve lakukan hanya rebahan dan main cacing-cacingan di hpnya. Veve bosan? tentu saja. Bahkan kalau boleh memilih, Veve lebih suka ikut Akbir ke Resto Lumayan bisa cuci mata dengan melihat para koki muda yang hot. Tapi suami pencemburunya itu menolah keras. Kalau Akbir sudah ketok palu, Veve bisa apa selain nurut. "Calon papa mu itu memang nyebelin, udah tua tapi masih seenaknya." omel Veve mengelus lembut perutnya. Kandungannya yang menginjak usia empat bulan lebih membuat dirinya susah bergerak. Padahal mas

