Patuh

1100 Kata

Jam empat pagi, Akbir sudah kembali berkutat dengan laptopnya. Matanya masih berat untuk terbuka. Tapi ia harus segera meracik resep untuk dieksekusi jam lima. Dan ia hanya punya waktu satu jam untuk menyelesaikan semuanya. Semalam ia dan Veve selesai jam satu. Itu artinya baru tiga jam ia tertidur. Akbir melihat kearah Veve yang meringkuk memeluk bonekanya. Istrinya itu sangat hebat. Membuat ia terkekeh sendiri. Saat Akbir tengah fokus pada layar laptopnya ia mendengar gumaman kecil dari istrinya. Secepat kilat ia mengelus kepala istrinya agar kembali tenang. Bisa kacau kalau Veve bagun saat ini juga. Tapi, elusan tangan Akbir tidak malah membuat Veve nyaman, malah membuat Veve terusik. Dengan pelan ia membuka matanya. Akbir hanya menghela nafas. Semoga harinya tidak berat. "Kenapa ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN