KEMBALI

1141 Kata

Selama di dalam perjalanan Sekar hanya terdiam sambil sesekali ia akan menggigit kuku-kukunya. Di dalam benak Sekar, perjalanan yang ia lalui terasa begitu lama dan menjenuhkan. Sekar benar-benar sudah tidak sabar untuk segera sampai dan melihat kondisi Rey. Pikirannya sudah kemana-mana, ia sangat takut jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan menimpa Rey dan orang yang patut di salahkan adalah dirinya bukan orang lain, karena dirinya lah yang menyebabkan Rey menjadi seperti ini. “Rey … kenapa kamu melakukan hal seperti itu? Jika memang kamu membenciku kenapa tidak aku saja yang kamu sakiti? Kenapa kamu menyakiti dirimu sendiri? kenapa Rey? Kenapa?” decak kesal Sekar di dalam benaknya. “Mas Dewa, yang bawa mobilnya gentian aku aja Mas,” pinta Tata ketika ia melihat Dewa menguap b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN