At least,,Ada Gue Giandra memekik panik mendengar ucapan Galvin tentang wanita itu yang baru saja muntah. “But I feel so much better now, don’t worry.” sambung Galvin seraya mengusap lengan Giandra. “Biasanya gitu, Gi. Abis muntah, aku merasa baikan.” Giandra sudah siap mendebat saat ponselnya berbunyi, mamanya yang menelepon kali ini. “Ya, Ma?” jawab Giandra seraya membantu Galvin berjalan kembali ke kasur. “Ada yang ketinggalan?” “Iya, mama lupa bawa kotak hadiah buat Rena. Itu kayaknya ketinggalan di kamar kamu. Di meja belajarmu.” Meja belajar? Giandra menoleh meja belajar di sudut kamarnya. Memang ada kotak hijau pastel di sana. Setelah memastikan Galvin sudah kembali berbaring di atas kasur, Giandra melesat menuju kotak yang dimaksud mamanya, membawa kotak itu ke atas kasur. “

