Lelaki kurus itu memeluk dirinya lebih erat. Sembari mengomel karena orang yang ia suruh membelikan gado-gado tak kunjung muncul. Rizky Bintara, mengumpat saat teringat jaket tebalnya tertinggal di kontrakan Giandra. Si pemuda bossy itu pun beringsut menegakkan duduk. Ia menoleh ke arah jalanan tempat mobilnya berhenti. Pintu kemudi terbuka lebar. Samar ia lihat si sepupu jauh bukannya kembali ke dalam mobil malah masuk ke sebuah apotek. “Ih, bukannya ke sini dulu setor gado-gado. Emang si—“ Ucapan Rizky terjeda oleh dering ponsel R yang berada di dashboard mobil. Foto wanita cantik tertera di layar, menarik sisi usil Rizky untuk menyambut panggilan dari... “LG? Siapa LG? Tukang servis TV? Customer service TV? Oh, hapenya merknya LG, sales hapenya kali,” ujar Rizky, sudah siap menerim

