Let’s Kill This Restless Galvin menyudahi ceritanya saat merasa perutnya seperti diremas kuat. Wanita itu merintih, meringkuk sambil mencengkeram perutnya. Giandra otimatis langsung panik. “Hey, lo kenapa?” “Perutku sakit banget.” Galvin menyahuti pelan. “Kita ke rumah sakit?” Gelengan didapat Giandra atas rasa khawatirnya. Galvin mencoba duduk masih sambil memegangi perutnya. Ia menatap Giandra dan meminta, “Kamu mau gak beliin aku pil pink seperti bulan lalu, sama pembalut. Kayaknya aku mau dapet, deh.” Bukannya merasa lega mengetahui penyebab sakit perut Galvin, Giandra malah kian panik. “Udah, kita ke klinik aja. Deket sini ada kli—“ Ucapan Giandra terjeda oleh panggilan ponselnya. Lelaki itu beringsut menuruni kasur dan mengambil gawainya. Sebuah panggilan dari Rena. Gian

