Happy reading kuy..!!!
Maaf kuy jika bnyk kesalahan dlm penulisan.
Penulis baru jd msh belajar
*****
Satu minggu, waktu yang di tunggu-tunggu tiba. Kelulusan anak kelas 3. Echa mendapatkan nilai tertinggi di sekolahnya.
Hari itu acara pemberian hadiah untuk siswa berprestasi, dan Echa adalah salah satu Siswi terbaik.
Ia melangkahkan kaki dan naik k e atas panggung, di temani orang tuanya.
Teriakan histeris dari semua siswa/i yang akan menyambut Echa di atas panggung.
Kemudian Echa mengambil Mic dari sang pembawa acara.
Piala besar dan piagam untuk be asiswa yang di raih oleh Echa.
Echa mengangguk-angguk pelan kepala. Dan mengucapkan terimah kasih di hadapan semua orang yang sudah mendukung nya selama tiga tahun terakhir ini.
Jelang beberapa lama, Exsel datang sembari membawakan sebuah hadiah.
Pandangan Echa tak lepas dari Exsel yang sudah menunggu nya di kursi penonton.
Kini Echa turun, memberikan piala dan penghargaan, menyalim kedua orang tuanya serta lupa kepada kedua sahabatnya. Lalu ia menghampiri Exsel yang sudah berdiri di belakang, dengan tangannya yang berada di belakang.
Saat Echa sudah berada di depannya, Exsel mengucapkan selamat memberikan kado dan hadiah, tidak lupa ungkapan kata romantis yang ia utara kan kepada Echa.
Semua pasang mata memandang ke arah mereka. Sepertinya waktu berhenti sejenak untuk menyaksikan mereka yang berdiri di belakang kursi penonton.
Exsel menuntun Echa untuk kembali duduk, karena acara penghargaan belum selesai.
Dua jam kemudian acara penghargaaan selesai, tiba-tiba Exsel meninggalkan Echa ia melangkahkan kaki nya naik ke atas panggung.
Echa membuka mulutnya. Dia takjub dengan apa yang di lakukan Exsel.
Ia berdiskusi kepada pembawa musik, kemudian lagu pun di mulai.
Sebuah ucapan dan kata-kata indah untuk Echa sebelum ia memulai menyanyikan sebuah lagu.
Semua pasang mata memandang ke arah Echa. Mereka menggoda sehingga membuat wajah Echa memerah, ia sedikit menyembunyikan muka nya menggunakan bunga.
Echa nyengir. "Apaan sih kalian, biasa aja kali."
Dari sudut koridor ada Gilang yang sibuk memotret Echa untuk mengobati rasa rindu nya terhadap Echa sembari memegang bunga.
"Selamat ya Cha, aku bahagia kalo kamu bahagia." Gilang pergi dari tempat itu. Dan membuang bunga itu sampai jatuh ke lantai.
Airmata yang mengalir deras dari mata Gilang.
*****
Sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari tempat acara Gilang yang lagi duduk di sebuah meja sembari menunggu pesanan sampai.
"Sorry bro gua telat." Gilang dan Aldo melakukan tos. Kemudian Aldo duduk di kursi kosong.
"Acaranya udah selesai?" tanya Aldo sembari membuka menu makanan. Ia melambai tangannya kepada waiters,membuat waiters itu datang menghampiri meja mereka. Aldo memesan makanan. Ia menatap Gilang dengan kasihan. "Udah lah bro, kalo menurut gua sih ya luh harus move on dari Echa. Dia udah bahagia sekarang sama Exsel. Luh liat sendiri kan, Echa lebih bahagia sama Exsel."
"Loh bener. Gue harus move on dari Echa tapi gak segampang itu."
Waiters datang menaruh minuman ke atas meja.
Aldo menyenderkan tubuhnya di kursi. Ia mengangkat gelas lalu dituang kemulutnya.
Setelah satu jam mengobrol Gilang memutuskan untuk meninggalkan cafe begitu saja. Aldo membuka mulutnya,dia heran terhadap Gilang yang tiba-tiba pergi meninggalkanya dia. Ia hanya menggelengkan kepalanya sembari melihat Gilang berjalan keluar. Langkah Gilang harus terhenti saat ia melihat sepasang kekasih yang baru saja keluar dari mobil menuju ke arah pintu cafe, membuat ia terburu-buru masuk ke mobil agar tak terlihat oleh sepasang kekasih itu.
Kini Gilang sudah berada di mobil, ia menutup kacanya sehingga ia hanya melihat mereka dari dalam mobil.
Obrolan yang mesra dan sembari Exsel merangkul Echa dengan mesra tepat lewat di depan mobil nya. Exsel tak menyadari di sekelilingnya, ia hanya fokus dengan Echa yang sekarang berada di samping nya,Gilang hanya menatap mereka dengan rasa cemburu yang begitu besar.
"Harusnya gue yang sekarang sama Echa, bukan Exsel. Tapi ya udah lah gue harus apa, ini yang terbaik buat Echa." ucap Gilang sembari menghidupkan mobilnya dan melaju dengan kencang.
Kini Echa dan Exsel sudah berada di sebuah cafe. Echa memutuskan untuk pergi ketoilet sedangkan mencari meja kosong untuk ia duduki. Tiba-tiba ia melihat Aldo yang sedang duduk sendiri di meja yang tak jauh dari nya, Exsel kemudian menghampiri Aldo, saat itu Aldo terkejut dengan kehadiran Exsel membuat ia harus tersedak dengan minumannya.
"Bro..!!" luh ngapain disini? Sendirian aja nih, Gilang mana?" tanya Exsel sembari duduk di sebelah Aldo.
"Gilang kan keluar kota, emang dia gak pamitan sama luh?" tanya Aldo.
"Pamitan kemaren, katanya ada kontrak kerja gitu dari beberapa klien. Luh gak ikut?" tanya Exsel balik.
"Gak, kalo gua ikut kantor gimana." Aldo menoleh kanan-kiri, seketika ia kaget saat ia melihat Echa yang berjalan menuju ke arahnya. Kemudian ia berpamitan kedapa Exsel dan buru- buru pergi dari tempat itu.
Exsel menggeleng kepalanya dan kembali ketempat duduk sebelumnya.
"Kamu habis darimana?" tanya Echa yang baru saja datang dan duduk di depan Exsel.
"Gak, tadi ada temen aku. Sekarang udah pulang."
Exsel mengambil buku menu dan membukannya. "Kamu mau makan apa?" tanya Exsel yang sibuk dengan buku menu.
"Apa aja deh ngikutin kamu." jawab Echa sembari mengibas-ngibas rambutnya menggunakan tangannya.
"Ya udah deh." Exsel melambaikan tangannya kearah Waiters, membuat salah satu waiters itu mendekat. Exsel menyebutkan makanan yang akan ia pesan dan waiters mncatatat, setelah mencatat waiters itu pergi ke dapur meninggalkan tempat itu.
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang. Mereka lalu menyantap hidangan yang sudah berada di depan mereka masing-masing.
Echa menyantap makanan dengan lahap membuat bibir nya berantakan penuh dengan makanan. Dengaj penuh perhatian Exsel membersihkan makanan yang menempel di sudut bibir Echa.
Echa menatap Exsel dengan tajam sembari tersenyum, kemudian Echa menggengam tangan Exsel yang sedang berada di samping pipi nya.
"Makasih ya." ucap Echa tersenyum.
"Iya sayang, Lanjutin makannya."