Di pagi hari pas di jam masuk sekolah Arkan baru menyadari kalo dia belum ketemu Raisa dari pagi tadi, dia sangat bingung kemana Raisa saat ini atau kah lagi ijin atau gimana Arkan tidak tau keadaan Raisa karna pas semalam Raisa juga tidak ada kabar, dia ingin mencari tau dengan menelfonya tapi ini sudah jam masuk sekolah itu tidak mungkin akan di lakukan,
Arkan fokus untuk belajar dulu dia akan ke kelas Raisa di saat jam istirhat nanti mungkin sahabatnya mengetahui dia ada di mana sekarang,pelajaran hari ini membuat jam sangat lah lama, dia sangat memikirkan Raisa yang tanpa kabar itu, di kelas dia juga tidak bisa berbuat banyak, hanya Teman-teman dia yang selalu ramai mengangu konsentrasi dia saat ini,
"woi Arkan kamu kenapa sepertinya kurang semangat apa kamu lagi sakit? "
"wah tentu tidak lah dit cuma lagi kurang fit aja ini badan biasa karna terlalu capek mungkin"
"oh ya sudah kalo begitu, kamu nanti pas istirhat beli obat saja mungkin bisa membantu"
"oh iya siap kalo begitu"
Arkan masih saja tak bisa berhenti memikirkan Raisa walau saat ini ada sebuat tugas yang sangat penting, dia tidak sadar kalo hari ini dia tidak lagi di dalam sekolah karna dia lagi mengambil tugas dan sumpah untuk seorang pramuka, pikiranya tidaklah di tempat itu melainkan sedang berada di kelas sekolah,
pikiran Arkan sangat tidak karuan saat ini dia seperti sangat kangen akan Raisa yang sedang berada jauh disana, dia sangat antusias dalam perjalanan memgambil sumpah dan tugas sebagai seorang pramuka sejati,
tugas demi tugas Arkan lalui begitu saja tiba di malam terahir di pusat latuhan meliter di mana sudah capek-capeknya selama 2 hari disana, dan biasa di malam terahir biasa di bangunkan di tengah malam dan hanya di kasi waktu sebentar saja untuk memakai perlengkapan dengan lengkap,Arkan seakan sudah tau di malam terahir pasti seperti itu dia tidak ganti celana dan sepatu juga tidak ia lepas agar di saat nanti malam di bangunin dia sudah siap semuanya tingal me makai baju saja,
pengambilan pangkat di pramuka yang dalam naungan Angkatan Laut itu sangat sulit mereka mau makai semi meliter juga siapa yang bertahan dan menjadi seorang pramuka sejati dalam naungan Marinir itu,
selesai dengan acara pengambilan sumpah Arkan sangat bahagia dengan Teman-temannya tak lama sudah sampai di kota dan sudah siap-siap untuk pulang ke rumah,ternyata Raisa sudah berada di sana menunggu kedatangan Arkan, "mas gimana dengan kegiatan selama disana? "
"loh kok ada di sini deg? "
"iya mas aku menunggu mas lah"
"sudah tadi disini, sudah kangen ya? "
"yeeee kata siapa aku kangen? "
"ya kata aku lah masak kata orang lain"
"ye emang gak salah sih"
"ya sudah ayo kalo mau jalan sayang"
"jangan mas udah sore ini dan mas juga pasti capek kita ngobrol disini saja"
"oh begitu iya wes kalo begitu"
saat Arkan dan Raisa mengobrol ada Adit yang datang menyamperi mereka yang sedang asik bercanda di bawah naungan pohon dan angin sepoi-sepoi "wah ada yang lagi ngelepas rindu nih ya"
"apa sih Dit kamu sok tau saja" Raisa sedikit kesal dengan kedatangan Adit
"sih jangan marah-marah lah Raisa orang cantik kalo marah bisa jelek"
"Dit kamu itu ngerayu pacar aku? "
"tau itu sudah tau aku ini pacar temenya masih saja di rayunya"
"maaf-maaf aku bukanya ngerayu cuman becandain kalian saja kok, jangan tersingung lah"
"ya bukan gitu Dit kalo kamu begitu seperti ngerayu saja"
Adit mulai gak nyaman sendiri karna sudah di tuduh begitu dia ingin cepat pergi di samping karna malu dia juga sedikit kesal, tak nyaman dengan tingkah temenya yang mulai sangat kesal padanya Adit pura-pura ingin membeli sesuatu untuk mencairkan suasana,
"oia Arkan aku beli minum dulu kamu itu mau nitip sesuatu? "
"sepertinya gak usah deh Dit aku gak begitu haus, oia sayang mau nitip minum? "
"gak deh mas, lagian aku gak haus juga, kalo mas yang mau beli ayo gak usah nitip Adit kita jalan sendiri saja"
"kalo aku gak haus sayang, ya sudah kalo gak mau beli kita disini saja"
"ya sudah kalo kalian gak mau nitip aku tak pergi dulu,aku nitip tas ya bentar"
"ok Dit sana jalan tak tunggu"
Adit pun pergi membeli minum, Arkan dan Raisa masih saja duduk di tempat tersebut, Raisa penuh manja meski mereka sangat mesra untuk pelukan saja tidak pernah mereka lakukan, Arkan sangat menjaga kesucian dari Raisa dan Arkan sudah menjalankan janjinya dalam hatinya kalo dia tidak akan menyentuh Raisa selama Raisa belum menjadi istrinya, sunguh pasangan yang sangat menjaga akan sucinya cinta mereka entah sampai kapan mereka akan bisa menjaga kesucian itu mereka pun tidak ada yang tau hingga kapan,
"mas ini sudah sangat sore nanti kemalaman loh sampe rumah mending tak antar ke terminal sekarang ya"
"sudah nih ngobatin rasa Kangenya kok aku sudah di usir? "
"ya aslinya sih belum mas, tapi kan kasian masnya baru saja pulang dari tugas kan"
"iya sayang, ya sudah tunggu Adit dulu ya kan gak enak dia sudah nitip tasnya sama kita"
"iya mas"
selang berapa menit Adit sudah datang dengan membawa minuman yang di belinya ternyata Adit membeli 3 dia sengaja membeli itu untuk pertama mintaan maafnya pada Raisa dan Arkan,
"loh ini apa Dit kami kan gak pesan ini?"
"iya aku sengaja beli 3 karna ada kalian disini"
"ya sudah ini uangnya kalo begitu soalnya ini kan uang kamu yang sudah di belikan"
"sudah gak usah di ganti santai saja"
"oia Dit kami sudah mau pulang ini, ini juga sudah sangat sore sudah pengen istirahat juga aku Dit"
"ok ayo kalo sudah mau pulang"
Arkan sudah di antar Raisa ke terminal untuk naik Bus ke arah pulang, tak butuh waktu lama sekitar 5 menit sudah sampai di terminal, "sayang aku pulang dulu ya"
"iya mas, sana masuk sudah ke dalam Bus"
"yang betul itu kamu dulu pergi baru aku naik ke bus sayang"
"ya sudah kalo begitu mas, aku pulang hati-hati di jalan ya"
"iya sayang, langsung pulang loh ya, hati-hati juga kalo sampe rumah bilang"
Raisa sudah pergi jauh baru Arkan naik ke Bus untuk pulang juga, karna cepek Arkan tertidur di Bus,