Arkan sudah tiba dalam kelas dia sudah mengikuti pelajaran dengan sangat serius tanpa memikirkan hal lain yang mungkin saja mengagalkan konsentrasinya dalam mengikuti pelajaran, dia sangat fokus mengikuti palajaran yang sesuai dengan bidanya saat ini, yang mungkin saja sangat tidak bisa di tingal olehnya, sampai tiba waktu untuk istirhat,saat itu juga tiba-tiba ada adit yang sedang menceritakan hal yang tidak-tidak soal Arkan kepada Raisa, Raisa pun marah dan sangat sedih mendengar apa yang di katakan oleh adit, pas di waktu pulang sekolah Raisa marah dia tak mau bicara kepada Arkan dia langsung pulang ke rumah temenya, karna Arkan merasa bersalah dia pun mnegajarnya hingga ke rumah temanya, Raisa menagis masuk ke dalam kamar Arkan pun di minta oleh teman Raisa untuk masuk ke dalam kamar juga untuk menenagkan Hati Raisa yang sedang sedih itu,
" kamu kenapa kok tiba-tiba marah sama aku ada apa sebenarnya? "
Raisa tetap diam tak mau menjawab dia diam memeluk sebuah guling yang ada di kamar itu,
"tolong lah sayang bilang apa yang terjadi? "
"kamu kalo ada orang lain jangan dekatin aku lagi"
Arkan sangat kaget mendengar perkataan Raisa dia ingin sekali memeluk dan menenagkanya tapi Arkan tak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan, tapi Raisa pun bangun dan mulai memeluk Arkan yang sedang duduk di samping ranjang itu,Arkan seakan tak berdaya dengan di peluk Raisa seperti itu, di rasa Raisa sudah tenang dia keluar kembali untuk mengobrol dengan santai bersama Teman-teman yang ada di sana,
"wih gimana Arkan sudah? "
"iya sudah kenapa emang, fit? "
"sudah yang gimana Arkan?
"sudah menyelesaikan salah paham antara aku dan Raisa tadi"
"oh bagus deh kalo bisa gitu, lain kali jangan sampe ada masalah lagi kasian tuh sahabat aku kamu gituin tadi"
"iya fit tenang saja pasti gak akan ada masalah lagi"
Arkan pun langsung menuju pulang karna hari juga sudah semakin sore tidak mungkin kalo sampe malam juga di kota, seperti biasa Arkan di antar oleh Raisa ke terminal untuk pulang naik Bus menuju Rumahnya,
sampai di terminal seperti biasa dia ketemu dengan Teman-teman dari beda sekolah,obrolan dan curhat mereka selalu melengkapi perjalanan pulang, karna setiap hari pasti naik bus tersebut sampai karyawan dan sopir bus pun mengenalnya dengan baik,
di perjalanan pulang mereka selalu gunakan untuk bercanda dan kadang juga merayu cewek yang di anggap cantik dan mudah untuk bercanda juga kalo bukan gadis seperti itu sangatlah tidak nyaman untuk di rayunya,
di perjalanan Arkan mendapat sebuah chat dari Raisa,"sudah sampe mana mas? " Raisa seolah sangat perhatian pada Arkan, "ini sudah hampir sampe deg"
"ya sudah di lanjut dulu nanti kalo sudah sampe rumah kabari ya aku mau nelfon"
"iya siap"
Arkan sudah sampai di rumah, kehidupan dia sangatlah sederhana,aktifitas selama di rumah dia gunakan hanya untuk belajar dan belajar, untuk bermain dengan Teman-teman di satu desanya saja dia tidak pernah, sampai di rumah dia mengirim chat pada Raisa,benar saja Raisa nelfon seakan dia masih saja kurang waktu di saat bersama dengan Arkan,Arkan menjalani cinta yang begitu rumit,
selain belajar dia selalu membantu orangtuanya untuk membereskan rumah dan lain sebagainya, setiap malam sesudah mengerjakan tugas dia selalu bicara denga Raisa melalui telfonya,
"mas lagi apa ini? "
"aku lagi mikirin kamu saja ini,rasanya ingin selalu bersama kamu"
"hemm mulai deh gombalanya"
"bukan ngegombal sayang tapi beneran begitu"
"masak, ntar malah pas bosen dengan aku"
"ya tentu tidak lah, bosan sama kamu itu hal yang gak mungkin"
"beneran loh ya was nanti kalo pas bosen tak tagih janjinya"
"kalo aku sih gak kira yang aku takutkan itu kamu sayang, kamu kan cantik banyak yang naksir kamu"
"jangan merendah gitu, siapa yang gak tau kamu mas, hampir semua cewek di sekolah ingin menjadi pacar kamu"
"yang penting aku gak tau sayang, dan aku juga gak peduli yang penting orang yang paling aku sayang ini selalu ada dan setia di samping aku"
"pasti mas, oia tugas sekolah sudah di kerjakan? "
"ini sambil ngerjakan tugas deg, kenapa emang? "
"loh ya kalo begitu selesaikan dulu biar cepat selesai itu tugasnya"
"wah ngusir ini ceritanya? "
"bukan ngusir mas,kan tugas lebih penting nanti kalo sudah kita kan bisa telfonan lagi"
"iya deh iya"
Arya pun melanjutkan mengerjakan tugas rumah yang di berikan gurunya tadi siang, bicara dengan Raisa adalah sebuah vitamin untuk Arya lebih giat lagi belajar,Raisa bukan cuma sebagai pacar tapi bisa menjadi seorang yang memberikan semangat lebih untuk Arkan setiap harinya,
selain belajar Arkan juga memiliki tugas lebih di sekolah dimana dia harus selalu bisa memberikan contoh baik untuk teman sekelasnya maupun teman yang lain, tugas sebagai ketua kelas memang tidak begitu banyak tapi itu akan menjadi sebuah percontohan untuk nanti di masa mendatang,
Arkan menyelesaikan tugasnya dengan waktu yang sudah cukup malam untuk menelfon Raisa kembali itu tidak mungkin karna dia sendiri sangat mengerti waktu,dia tak mau kalo Raisa tergangu saat sudah istirhat, dia hanya memberikan kabar melalui chat saja, "deg sudah tidur kah,kalo sudah selamat malam ya semoga mimpi indah"
setelah selesai itu Arkan juga sudah siap-siap untuk tidur tapi handphonya ber dering itu sebuah chat dari Raisa,"belum tidur aku mas tapi sudah ngantuk ini, mas sudah mau tidur ya? "
"loh tak kira sudah tidur deg, ya kalo sudah ngantuk ayo kita tidur saja lagian ini juga sudah sangat malam besok juga masih mau sekolah"
"iya mas, selamat malam dan selamat tidur ya semoga mimpiin aku"
"iya sama selamat malam juga sayang, dan selamat tidur juga, iya tak mimpikan kamu nanti"
keesokan paginya pun Arkan bangun seperti biasa di waktu sholat subuh,dia menunaikan sholat subuh setelah itu siap-siap untuk berangkat kesekolah karna jarak dari rumah lumayan jauh dia harus berangkat lebih pagi agar tidak terlambat datang ke sekolah, dia siapkan semua mulai dari buku dan sarapan seperti biasa agar punya tenaga selama seharian di luar, pas di waktu itu juga Raisa sudah mengirim sebuah chat yang isinya dia akan menjemputnya di terminal nanti,
betul saja tiba di terminal Raisa sudah menungunya di depan terminal, Arkan sangat beruntung selain mendapatkan hatinya dia juga bisa di jemput setiap pagi oleh pacarnya itu, harapan Arkan cuma satu semoga sampai selamanya dia bisa bersama dengan pujaan hatinya itu, yaitu gadis yang sangat istimewa Raisa, Cinta pertama Arkan semenjak memasuki usia remaja yang baru mengenal cinta,