Tanya nama

1008 Kata
Arkan seolah menjadi akrab dengan sapan cewek tersebut,dia memberanikan diri untuk berkenalan dengan bertanya nama, mungkin tidak akan cangung lagi kalo sudah tau namanya,tapi sebelum Arkan bertanya terlebih dahulu wanita itu bertanya pada Arkan, "kalo boleh tau namanya siapa mas?" "saya Arkan mbak, kalo mbak sendiri siapa? " "saya Susi mas" "oh iya salam kenal mbak Susi? " Mereka pun tampak lebih akrab dengan tau nama masing-masing sampai ahirnya Arkan memberanikan diri untuk meminta no Handphonya, anehnya Susi tidak menolaknya dia memberikan nomornya, Susi wanita perparas cantik nan angun juga dengan tinggi sekitar 170 namun sayang dia lebih tinggi satu kelas di atas Arkan, Arkan juga tidak Ciut meski Susi lebih satu tahun darinya, Arkan dan Susi terus saja mengobrol hingga Arkan sudah sampai di tempat tujuan Arkan pun pamit sama Susi untuk terlebih dahulu turun tidak bisa menemani dia sampai tempat tujuanya, "aku duluan ya Susi" "iya Arkan" "hati-hati di jalan, kalo sudah sampai kabar-kabar ya" Arkan mulai sok memberikan perhatian lebih pada Susi yang baru saja di kenalnya, saat dia turun dari Bus seperti biasa langsung pulang tanpa mampir kemana-mana dia langsung istrahat dan di malam hari di gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas yang sudah di berikan oleh gurunya saat siang tadi pas di saat Arkan sudah selesai mengerjakan tugas dia mendapat sebuah chat dari Susi,"malam Arkan sedang apa? " Arkan sangat senang dengan apa yang sedang dia dapat, Arkan langsung membalasnya dengan sangat giat,"malam juga Susi, ini lagi santai saja sambil ngelamunin kamu" "wah masaka bukan ngelamunin yang lain? " "ya tentu tidak lah, yang lain kan gak ada cuma adanya kamu itu" "aku jadi curiga ini jangan-jangan kamu itu pikiranya malah ke orang lain bukan aku" "benar cuma kamu ini, oia mungkin kamu itu yang lagi chat sama pacar kamu, chat aku cuma kebetulan doang" "ya engak lah Arya aku chat ya memang cuma sama kamu ini" "yakin kan sekarang malam minggu kamu gak jalan? " "engak aku di rumah saja malas juga mau jalan emang mau kemana,lagian juga gak ada yang ngajak ya diam di rumah saja paling baik" " ya sudah ayo jalan sama aku biar gak sendirian terua di rumahnya" "engak lah kamu juga jauh kan bukan dekat sini iya kalo dekat tingal main saja ke rumah kamu itu" "hehehehe kapan-kapan saja aku akan main kesana" selang berapa menit tiba-tiba ada chat juga dari Raisa yang menyakan sedang apa"Mas Arkan sedang apa? " tapi Arkan tidak langsung membalas apa yang di chat oleh Raisa dia malah asik tetap chat dengan Susi, "ok kalo begitu aku tunggu kapan-kapannya itu" "yakin mau menunggu aku kamu itu? " "iyq sangat yakin lah kenapa emang kamu gak yakin? " "aku gak begitu yakin sih takutnya pas aku kesana ada yang lagi menunggu kamu di depan pintunya" "iya yang nunggu itu pasti ayah aku" "kamu gak istirhat ini kan sudah cukup larut juga" "kenapa kok ngusir aku karna sudah ada yang lain ya? " "engak kok cuman aku sudah ngantuk ini dari tadi belum istirhat" "oh begitu ya sudah kalo begitu sana tidur" "ok kalo begitu, selamat malam Susi" "iya selamat malam juga" Saat Arkan sudah selesai dengan Susi dia langsung merespon chat dari Raisa"Assalamu alaikum Riasa, ini lagi santai saja, tumben chat nih? " tapi tidak langsung dapat respon dari Raisa, Arkan sudah mulai putus asa kembali, cinta pertamanya sudah membuat dirinya sangat buta akan Cinta orang lain yang sedang melai memandangnya, tapi tak begitu lama Raisa sudah merespon chat Arkan,"tak kira sudah gak mau balas chat aku mas? " "ya tentu tidak lah, tumben sekali chat ini? " "kenapa gak boleh apa, kalo gak bole ya sudah bilang aja" "ya tentu sangat boleh lah, malah aku sangat senang kamu chat aku sekarang ini" "masak sangat senang jangan-jangan malah muak ya kan? " "ya tentu engak lah asal gak ada yang tiba-tiba marah lagi biar gak membuat hati ini sakit kembali" "ya engak lah mas, santai saja, sekarang semua hanya ada mas di hati ini" "yakin sama semua yang di ucapkan itu" "iya sangat yakin" "tapi sebelum dia benar-benar bukan pacar kamu lagi aku belum bisa seutuhnya puas mendengar ini" "aku kangen kamu mas" "sama aku juga kangen kamu tapi apa yanh bisa aku lakukan aku jauh begini gak bisa langsung berada di hadapan kamu" "besok bisa jalan sama aku? " "apa yang tidak buat kamu selama aku bisa pasti aku akan selalu ada buat kamu" "ya sudah besok pulang sekolah kita jalan ya" "ok siap kalo begitu" "awas besok malah gak bisa loh ya" "pasti bisa ini kan udah malam sekarang tidur ya" "iya aku tidur tapi kamu harus tidur juga" "iya sayang aku tidur juga" entah kenapa hari ini sangat begitu menyenagkan buat Arkan di tiap hari dia hanya selalu memikirkan Raisa mungkin sampai ahir hayat dia hanya memikirkan Raisa yang dia cinta dan dia sayang itu, *** tiba di pagi hari dimana hari ini sudah hafi senin Arkan pagi sekali berangkat menuju sekolah, dalam perjalanan dia mendapat sebuah chat lagi dari Raisa, "mas sudah sampai mana? " "kenapa Deg? " "ya nanyak lah mas mungkin sudah sampai sekolah atau masih di jalan, kalo masi di jalan nanti aku jemput ya" "emang gak apa-apa jemput mas di terminal? " "kenapa mas ya gak apa-apa lah" "ya sudah kalo begitu ini mas sudah sampai di kecamatan P" "sudah dekat berarti ya sudah aku siap-siap kalo begitu" "iya sudah sayang tapi jangan buru-buru juga nanti hati-hati di jalan ya" "iya mas siap" Arkan seperti ketiban durian runtuh dia dua hari ini begitu sangt bahagia sekali Raisa seperti sudah memberikan harapan yang lebih dari hari biasanya, semoga ini menjadi hal pertma untuk aku bisa mendapatkan hati dia seutuhnya, sekitar 7 Arkan sudah sampai di tujuan, tapi sampai di tempat itu Raisa juga masih belum kelihatan juga, mungkinkah Raisa tidak jadi menuju ke tempat ini? hati dia bertanya sendiri Arkan mulai murung kembali,tiap langah Arkan sudah mulai tidak konsen kembali, tapi begitu langah ke tiga tiba-tiba sebuah motor berhenti di belakangnya dan langsung memangil, "mas ayo biar gak telat" "kapan kamu sampai sayang? " "ini baru saja sampai, ayo segera biar gak telat lagi" "ok ayo" mereka langsung melajukan motor menuju sekolah, sekitar berapa menit mereka pun sampai di sekolah dengan tepat waktu, sebelum masuk ke dalam sekolah Arkan terlebih dahulu memarkirkan motor di tempat parkir tersebut, dan pas selesai parkir motor bel masuk sekolah sudah berbunyi juga tanda untuk segera menuju ke kelas,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN