Arkan di setiap harinya hanya memikirkan Raisa, selain memikirkan itu dia sangat sibuk memikirkan mata pelajaran dan juga tentang perkembangam kelas dia menjadi ketua kelas sejak memasuki kelas 11,di setiap hari dia juga di minta untuk fokus dan jangan selalu telat dalam sekolah, meski tergolong sangat sibuk dia masih sangat pengertian ke pacar maupun sahabatnya,
kalo lagi di sekolah dia sangatlah pemalu untuk mendekati perempuan saja dia sangatlah engan, begitu di atas angkutan umum(bus) hanya berharap jika ada orang yang dia taksir, Arkan hanya sebatas naksir saja untuk hati tidak bisa dia pindah tetep Raisa dalam lubuk hatinya yang paling dalam, mungkin hanya untuk penghilang jenuh untuk memberikan hati pada orang lain sangatlah tidak mungkin, di setiap harinya dia hanya fokus belajar dan dia juga sering sering cuma sama sahabatnya Aulia,
"gimana tugas kemaren sudah kamu garap semua? "
"iya sudah ini, tapi ya begitu tidak terlalu fokus juga"
"gak fokus gimana cobak aku lihat? "
"gimana betul semua atau banyak yang perlu di perbaiki? "
"sepertinya sudah betul semua ini"
"oia untuk acara lomba kelas besok gimana, apakah kamu sudah siap? "
"insaAllah siap"
"bagus kalo begitu, semangat kamu tunjukan aja kamu lebih baik dari mereka semua"
"ok siap, kamu mau juara berapa kelas kita? "
"ya no 1 dong kalo pun gak bisa no 1ya setidaknya paling jelek no 3"
"wah tinggi juga ya, tapi pasti sesuai dengan apa yang kita inginkan tenang saja"
"iya dong masak kita hanya di harapan kan gak bagus harus bisa no 1lah"
"ok bismillah saja"
berbagai cara para pejabat di kelas lakukan untuk memenuhi target untuk menang mulai dari ngecat hingga membuat lukisan yang pas buat di nilai sempurna oleh para juri, kesibukan itu membuahkan hasil yang sempurna tentunya mereka bekerja sangat keras,
***
hari senin telah tiba,dan hari ini pula saatnya untuk pengumuman kemenagan lomba kebersihan kelas,di sesuaikan dengan upacara harian di hari senin semua sudah berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upaca bendera dan doa bersama selesai acara itu semua akan ada pengumuman dan betul saja, dari juara 3 dan 2 sudah di umumkan dan tingal juara satu dan begitu di panggil ternyata benar sesuai keiginan kelas Arkan mendapatkan juara satu mengalahkan semua kelas yang ada, Arkan pun di minta untuk maju sebagai Ketua kelas dan iya dia maju dan langsung menerima Piala sebagai juara kebersihan di tahun itu, selesai dengan acara langsung kembali ke kelas dan saat di buka itu hadiah adalah sejumlah uang,agar uang itu berguna sebagian di belikan perlengkapan untuk kelas dan sebagian lagi untuk acara makan-makan di kelas bersama semua anak-anak dan wali kelas sebagai salah satu penghargaan buat mereka yang sudah mendukung untuk menjadi yang utama
"gimana uangnya ada di Ibu sekarang, ini mau kalian buat apa uangnya? "
"kesepakatan kita semua uang itu di buat perlengkapan kelas dan sama di buat acara makan-makan Buk"
"oh ya sudah kalo begitu besok saja pas pulang sekolah acarakan makan-makan di kelas biar lebih seru"
"siap Buk"
"ya sudah sampai ketemu besok"
Wali kelas pun langsung pergi entah kemana, Anak-anak di dalam kelas pada rame seakan mereka sangat gembira atas kemenaganya yang mana kemenagan itu kita semua tidak menyangka dari sekian banyak kelas,malah kelas Arkan memenagkanya,
"Aulia kamu memang sip ya kalo ngasi saran dan kepercayaan"
"iya dong kan emang harus begitu biar kamu tambah semangat untuk berjuang agar menang"
"pokoknya kamu itu penyemangat yang paling siip"
"tapi kamu harus lebih semangat lagi bukan cuma karna menang sekarang, kamu juga harus jadi pemenang di diri kamu sendiri agar bisa sukses kelak"
"Amin semoga apa yang kamu tanamkan pada aku ini bisa menjadi hal yang paling baik"
"jadi mulai sekarang lupakan itu si Raisa"
"insaAllah aku usahakan buat lupa sama Raisa"
"jangan insaAllah tapi harus dia itu tidak baik buat kamu, kamu terlalu polos jadi tidak bisa tau yang mana yang terbaik untuk kamu"
"iya namanya juga datang dari sudut terpencil dari kota ini"
"jangan merendah begitu semua harus usaha dan semangat itu saja"
Inofasi dari Aulia sangatlah bagus,dia sangat berusaha untuk bisa mengubah Arkan menjadi sosok yang lebih giat dan lebih baik lagi dari pada hari kemaren, dia sangatlah mendukung untuk Arkan lebih bangkit lagi mengejar cita-citanya,
selain Aulia banyak teman yang lain yang masih peduli dengan Arkan, di kelas11 ini hal yang paling menentukan karna sudah di tengah-tengah maka harus lebih giat dan lebih semangat lagi,
meski Arkan sudah berada janji pada sahabatnya itu tapi dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri dia terlalu cinta dan terlalu sayang sama Raisa, untuk melupakanya sangatlah sulit, dia gadis paling istimewa di dalam hatinya,
pas di sore hari dalam perjalanan pulang Arkan bersama dengan Adit dan Lukman, Adit mencari gara-gara atau hanya sekedar mancing emosi saja, "Arkan kamu sama Raisa kan sudah tidak ada, gimana kalo dia buat aku saja"
"jaga omonganmu itu Dit tidak baik kamu bicara begitu pada Arkan" Lukman se olah menjadi penyejuk hati Arkan
"kalo kamu berani ambil saja sana, tapi kamu harus berhadapan dengan aku dulu, kalo berani ayo siapa yang lebih kuat di antara kita berdua"
"loh kok kamu emosi bro, kan kalian sudah tidak ada hubungan"
"sanpai kapanpun Raisa ada di dalam hati aku, kalo temen aku mencari masalah kita liahat saja nanti"
Karna Arkan sudah marah tampak emosi sudah meningkat Adit langsung menjauh tidak berani untuk berdebat lagi denganya, Arkan masih tidak bisa menghilangkan emosi dia tambah emosi di saat Raisa lewat di depan matanya dengan laki-laki yang paling Arkan benci, Raisa seolah tidak bersala walaupun Arkan sudah mengerutkan kening tanda dia sudah sangat marah, "sudah bro sabar saja,kita langsung pulang saja ayo"
"iya aku bisa sabar kok bro, cuman lagi tak bisa mengontrol lebih,kenapa aku jadi seperti ini"
"ya sudah kamu langsung ke terminal saja,aku langsung naik angkutan umum biasa kan dekat dengan rumah"
"baik bro, saya langsung ke terminal,ya semoga saja ada cewek lebih cantik di sana, hehehe"
"hahaha kamu itu cuma berani berkata gak akan berani bertindak"
"wah meremehkan aku ini orang"
Arkan dengan tersenyum langsung naik ke atas bus dan betul saja ada Cewek dari sekolah ungulan naik juga dan kebetulan duduk sendiri, Arkan mulai melamun sendiri dalam hatinya berkata "andai cewek itu duduk di dekat aku mungkin akan beda rasanya",tak lama bus berjalan si cewek itu beneran pindah dan duduk di dekat Arkan, Arkan seakan tak berdaya dia diak saja seolah tidak enak, sampai ahirnya cewek itu menegurnya terlebih dahulu untuk mengilangkan keheningan, seolah dia sudah biasa menyapa seorang laki-laki terlebih dahulu, "mas sekolah di mana? "
"ini sekolah di sebelah timur sini mbak"
"oh kok pulangnya sendirian,gak ada temanya?"
"iya memang selalu sendiri mbak, kalo pas pulang begini memang jarang untuk bersama Teman-teman karna semua beda sekolah,