Bab 15. Bertemu Rival

1064 Kata

Melya yang merasa diabaikan langsung melengos. Menatap ke arah jendela dengan hati yang dongkol. Sejak dia dekat dengan Pangeran, hidupnya itu terasa semakin mencekam, bahkan menggila. Masalah dengan kakak iparnya saja belum selesai, kini dia harus kembali berkutat dengan suami dingin, arogan, dan menyebalkan. "Apa hidup gue ini memang harus se-drama queen gini?" Dalam hatinya meringis. "Loh?" Kedua bola matanya membelak kala melihat arah jalanan yang salah arah. "Loh, kok kita ke sini?" tanya Melya tidak bisa menutupi rasa terkejutnya. "Bukankah kamu kemarin ingat jika Bunda berkata bahwa kulkas kita kosong?" Supermarket adalah tempat di mana mobil yang ditumpangi oleh Melya dan Pangeran kini sambangi. Wanita itu berusaha untuk menahan diri tidak memukul pria di depannya. Kakinya ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN