Pangeran tidak bisa fokus bekerja hari ini. Rapat yang biasanya berjalan lancar, bahkan harus berubah mencekam kala sang pemimpin rapat justru hanya diam saja. Akan tetapi, aura dingin dan mengintimidasi itu mampu membuat semua anggota yang datang menelan ludah gugup. "Bos kenapa, sih?" tanya Anto bagian pemasaran lirih. "Gue juga gak tau," jawab Deri berbisik. Mereka berdua lalu pura-pura membaca hasil print out yang diberikan oleh Amel, sedangkan sepuluh karyawan lain yang berada di ruangan itu pun ikut merasakan ketegangan yang dibuat oleh Pangeran. "Ok, kalau begitu rapat hari ini kita akhiri. Untuk Deri dan juga Anto, tolong kalian siapkan laporan untuk minggu ini dan antar ke lantai atas. Bos ingin melihatnya!" ucap Amel mengambil alih. Sesekali netranya mencuri pandang ke arah

