Agam langsung memegang dahi Pangeran. Kerutan di dahinya seketika terlihat jelas, tipe pria yang sering menggunakan otak pasti akan mengerutkan kening. "Gak panas, kok. Atau, aku yang lagi mimpi?" tanyanya bingung. "Apa, sih?" Pangeran memilih untuk menepis telapak tangan Agam yang masih bertengger di dahinya, lalu menggeplak kepala itu dan teriakan pun langsung mengisi ruang tengah. Pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah sang dokter. "Yang sakit itu kamu!" "Sakit, Ran!" ucap Agam sambil memberikan tatapan membunuh. "Berani-beraninya mukul kepala seorang dokter? Apa kamu tidak takut jika akan dijebloskan ke penjara?" Pangeran semakin menatap datar Agam. "Situ berani?" Agam pun langsung memberikan cengiran kuda. "Kagak!" "Ckckck. Gak usah kebanyakan cingcong deh. Biasanya juga ga

