Bab19.Janggal

1067 Kata

Kini, Melya dan juga Pangeran tengah berada di taman samping rumah. Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi sehingga pria itu masih santai. Lagipula, dia yang punya perusahaan. Jadi, tidak masalah baginya sesekali untuk datang terlambat. "Katanya mau bahas soal surat kontrak? Kenapa malam diam? Jadi gak, sih?" Melya yang bosan mulai tersulut emosi. Tahu sendiri, jika dia ini mempunyai Sumbu yang pendek dan sering sekali terbakar emosi jika tak sejalan dengannya. Pangeran melihat ke arah Melya yang sudah beberapa kali mendengkus. Dia ragu dengan apa yang akan dikatakan. "Mel," panggilnya. "Mal-Mel Mal-Mel mulu, ish! Kapan kamu ngomongnya Tuan PangPang?" "Selain semaunya sendiri, ternyata kamu ini tipe wanita yang tidak sabar, yah!" "Kalau iya kenapa? Masalah buat situ?" Melya menyilangkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN