Pukul 10 pagi Rio mengetuk pintu kamar Nadia tetapi tidak ada jawaban dari dalam, Rio lalu membuka kamar Nadia. Ceklek terlihat Nadia yang masih tertidur dengan nyenyaknya. Rio melangkah masuk ke kamar Nadia dia berdiri di samping tempat tidur Nadia. Rio menepuk pelan pipi Nadia untuk membangunkanya. "Nad bangun Nadia," Nadia mengejap-ngejapkan matanya dan mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu. "Ayok kita ke dokter untuk memastikan kamu hamil apa engga." Nadia yang mendengar ajakan Rio lalu terduduk. "Siap-siap dulu gih, kakak tunggu di ruang tamu ya," tutur Rio yang lalu keluar dari kamar Nadia dan menuju ke ruang tamu. Disisi lain Nadia turun dari tempat tidur menuju ke kamar mandi, dia mencuci wajahnya lalu mengganti pakaianya. Setelah memakai sedikit riasan di wajahnya dia lalu ke

