“Oh Tuhan bagaimana ini, bagaimana aku harus memperlakukan menantuku? Haruskah aku menerimanya dengan tangan terbuka semntara ia adalah penyebab papa meninggal atau haruskah aku membencinya. Jika aku membencinya itu akan membuat Kenan menjauhiku, aku tidak siap harus kehilangan anakku satu-satunya.” Mama Kenan menangis tersedu-sedu hingga ia tak menyadari ada yang masuk ke dalam kamarnya, kamarnya yang kedap suara membuat tangisan mama Kenan terdengar keluar sekeras apapun ia berteriak. “Ma, mama kenapa menangis?” “Pa, papa.” Mama Kenan langsung memeluk suaminya, ia mendapatkan kekuatan dari suaminya. “Kenapa ma, hei ada apa ini?” “Papa pa, ternyata papa meninggal karena menantu kita pa. Menantu kita yang telah buat papa meninggal.” “Ah mama jangan sembarang bicara, nanti ada yang d

