“Mari ma. kita ke kamar sepertinya mama butuh istirahat.” “Iya, mama memang butuh istirahat. Kepala mama sakit.” “Hem ayo ma.” Mama Kenan mengantar nenek ke kamarnya sambil bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi pada orang tuanya hingga berubah drastis seperti itu. Setelah sampai di kamar dan nenek pun sudah beristirahat sambil memijit-mijit pelan kaki sang nenek, mama Kenan mencoba mencari informasi. “Mama kenapa ma? Apa mama kurang sehat?” “Hem tidak Mel, hanya saja mama teringat papamu.” “Papa udah tenang di sana ma, jangan mama ingat terus kasihan papa ma nanti beliau juga merasakan kesedihan mama.” “Mama ingat papamu karena anak itu. Mama nggak mau ketemu sama anak itu lagi. Jangan pernah bawa dia kesini lagi atau kalian mau lihat mama mati berdiri melihat wajahnya.” "Tapi m

