“Hallo, putri Raisa sudah siap akan segera keluar mohon diberi tempat.” Kenan terkejut mendengar teriakan Monica, ia spontan berdiri dari duduk dan melihat ke arah Monica. “Jeng jeng jeng… Putri Raisa silahkan berjalan keluar dan berdampingan dengan pangeran tampan.” Tampak Raisa keluar dengan tampilan yang berbeda dari tadi. Dengan menggunakan gaun selutut berwarna lembut, high heels serta tas jinjing yang senada dengan warna gaun, model rambut yang dibiarkan terurai lepas sementara di bagian depan dibuat sedikit keriting. Kenan melihat perubahan Raisa tanpa mengedipkan mata. Monica yang melihat cara Kenan menatap Raisa merasa bangga dengan hasil karyanya. “Bagaimana, karya eke baguskan. Sempurna dong nilai eke, ya nggak tuan putri Raisa?” “Apanya yang sempurna biasa saja.” “Alah

