Sani tersenyum menatap dirinya melalui cermin. Gaun putih gading membalut tubuhnya dengan sempurna, membuat siluet anggunnya terlihat semakin mempesona. Hari ini adalah salah satu hari terbesar dalam hidupnya—hari yang dulu tak pernah ia bayangkan akan terjadi. Hari pernikahannya dengan Dominic. Tangannya sedikit gemetar saat merapikan veil tipis yang menjuntai hingga lantai. Senyuman yang terpancar di wajahnya tak bisa ia sembunyikan, meski di dalam dadanya, jantung berdetak begitu kencang. Pintu kamar perlahan diketuk, memecah lamunan Sani. “San? Aku boleh masuk?” suara lembut Lita terdengar dari balik pintu. “Iya, masuk aja,” jawab Sani sambil membalikkan badan. Lita masuk dengan gaun bridesmaid berwarna pastel, membawa buket bunga segar. Begitu melihat Sani, Lita tertegun. “Astaga,

