Suasana Hangat

1213 Kata

Kamar itu sunyi. Hanya terdengar suara detak jam yang menggema pelan di dinding, bercampur dengan desir angin malam yang menyelusup lewat jendela besar. Lampu gantung memancarkan cahaya lembut, membuat bayangan mereka jatuh di lantai marmer yang dingin. Sani duduk di tepi ranjang, tangannya meremas ujung gaun tidurnya yang sederhana. Hatinya berdegup kencang, seperti ingin melompat keluar. Ini bukan sekadar malam setelah pesta pernikahan—ini adalah malam di mana hidupnya berubah selamanya. Dominic berdiri tak jauh darinya, membuka jas dan meletakkannya perlahan di kursi. Gerakannya tenang, tetapi sorot matanya menyiratkan sesuatu yang dalam. Tatapan itu membuat Sani menunduk, pipinya merona tanpa bisa dikendalikan. “Aku tahu kamu capek,” suara Dominic terdengar rendah, hangat, dan menga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN