"Hai, kamu lagi yang menerima panggilanku." Seketika kening Jihan mengernyit, kapan dia menerima panggilan dari pria ini? Sekalipun tak pernah dia mendapatkan telefon atau pria itu menghubunginya, bahkan baru tadi pagi mereka bertemu dan beberapa menit yang lalu merupakan pertemuan keduanya. "Maaf, anda ingin bicara dengan Mas Elvan? Sayang sekali, dia sudah tidur." Jihan enggan untuk berbasa basi dengan lelaki di seberang sana, namun ada satu hal yang membuatnya penasaran yaitu sebuah nama yang bertuliskan inisial "C". Jika ternyata inisial tersebut bukan Crystal atau cinta, lalu C yang dimaksud Elvan untuk temannya ini apa? "Syukurlah jika dia sudah tidur, apakah dia menyusahkanmu?" tanya pria itu yang ternyata adalah Arian. "Oh tidak sama sekali." "Hem baiklah, kalau begitu say

