TYPON

1002 Kata
Dengan nafasnya yang masih tersengal. Chesa melempar asal pedang itu dan berjalan melewati Alden yang masih berdiri kaku menatapnya dengan mulut terbuka. "Tutup mulutmu itu. Jika tidak maka kelalawar akan masuk," ucap Chesa dengan seringai mengejek dan menjengkelkan membuat Alden terkesikap dan langsung menutup mulutnya rapat. "Apa dia bilang? Apa dia pikir mulutku ini goa, hingga kelalawar bisa masuk." Rutuk Alden kesal. **** Hehehehe Suara kekehan yang pelan, namun mengerikan itu membuat Khazayn mengalihkan pandangannya. Matanya menangkap sosok makhluk berjubah hitam yang memegang sebuah belati yang berbentuk bintang, namun begitu tajam disetiap ujungnya. Tubuhnya begitu besar dan terdapat dua ekor ular dibagian bawah tubuhnya yang melingkar. Dan terus menerus mendesis. Beberapa kepala naga keluar dari tangannya menggantikan jari, serta sayap yang apabila dibentangkan bisa menutupi seluruh kastil itu. Api menyala dari matanya seakan mengintimidasi setiap mahkluk hidup bahkan para iblis dan mahkluk kegelapan lainnya. Mahkluk itu menampilkan seringai jahatnya membuat siapapun akan begidik ngeri menatap wajahnya. Bahkan aura yang dia pancarkan tidak kalah mencekam dan mengerikan dari Khazayn sendiri. Membuat Chesa yang berdiri dibelakang Alden nyaris pingsan karenanya. "Akhirnya malaikat maut ayahku telah masuk kedalam perangkapku. Heheh.. "Siapa kau sebenarnya?" Khazayn setengah berteriak. Menatap Mahkluk itu dengan tajam dan aura permusuhan yang kental. "Aku adalah Typon. Raja dari iblis dan juga monster. Aku adalah calon pemimpin kegelapan selanjutnya. Putra satu-satunya dari Erios yang ditugaskan untuk membunuhmu, sang pemilik keturunan darah abadi." "b*****h, apa maksudmu mengatakan hal itu. Dimana Serafina ku? Dimana kau menahannya?" Teriak Khazayn dengan murkanya. Giginya menggertak karena menahan ledakkan amarah. Namun mahkluk yang bernama Typon itu justru semakin terkekeh dengan sikap Khazayn. Typon mengarahkan tangannya pada sebuah pintu silver dibelakangnya. Dan munculah sosok Sera dengan memakai gaun panjang berwarna hitam beserta mahkota tengkorak diatas kepalanya. Entah sihir apa yang Typon lakukan hingga membuat Sera berpenampilan seperti Ratu kegelapan. Sera terus melangkah mendekat kearah mereka dengan tatapan kosong. Raganya mengikuti semua perintah mahkluk itu, namun jiwanya sudah terbang entah kemana. Sayangnya Khazayn tidak menyadari akan hal itu. "Serafina, Sera ... " Khazayn terus berusaha memanggil Sera, namun Sera selalu mengabaikannya. Malah Sera kini mendekati Typon seperti seekor kucing kecil yang mendekati majikannya. "Serafina apa yang lakukan?" Khazayn menatapnya bingung. "Sepertinya iblis itu telah membuat Sera kehilangan jiwanya." Bisik Alexis pada Alden. "Aku pikir juga begitu kakak," saut Alden memperhatikan Sera. Sial! Mahkluk itu memakai benang sihir. Ini akan sulit. "Sepertinya ini akan sulit. Kita harus membagi tugas. Kau dan Chesa cari benang sihir itu dan segera putuskan. Dengan cara itu Sera pasti akan sadar. Sementara aku dan Khazayn akan membuat iblis ini sesibuk mungkin," bisik Alexis dengan hati-hati, takut jika Typon mendengarnya. "Baiklah." Alden langsung beringsut kebelakang dengan perlahan menarik tangan Chesa untuk pergi dari sana dan mencari benang sihirnya. Sementara Khazayn nampaknya mulai bringas. "b*****h sialan ! Kau iblis menjijikan. aku akan mengirimmu ke neraka !" Khazayn begitu murka. Tubuhnya telah siap siaga untuk menyerang dan menghabisi monster itu sampai mati. Khazayn telah bersiap untuk menyerang dengan mengeluarkan kuku panjangnya. Mata Khazayn berkilat penuh amarah. Tanpa menunggu lagi, dia langsung ingin menerjang sang raja iblis. Namun sayangnya kedua ular yang melingkar ditubuh Typon langsung mematahkan serangan Khazayn mentah-mentah. Hingga membuat sipemilik darah abadi itu terpelanting jauh. Alexis pun tidak tinggal diam. Berkat keturunan monster dari ayahnya, Kini Alexis telah mengubah wujudnya menjadi Sphinx. Monster dengan tubuh singa dan sayap elang dibelakangnya. Hanya kepalanya saja yang masih utuh seperti manusia. Alexis menyerang, menyergap dan siap mencabik Typon dengan kuku tajamnya. Dengan gerakan yang luar biasa cepat. Typon pun membalas setiap serangan Alexis dengan tidak kalah cepat sehingga posisi keduanya berada seimbang. Alexis yang masih utuh tanpa goresan sedikitpun, sama hal nya dengan Typon yang nampak tak tersentuh sama sekali. Typon melemparkan sebuah belati dengan cara bertubi-tubi pada Alexis, namun dengan lincahnya Alexis menghindar dari setiap serangan itu. Melihat pertarungan sengit antar keduanya. Membuat Khazayn segera bangkit dan mengambil kesempatan itu untuk membantu Alexis melumpuhkan Typon. Mereka berdua bekerja sama dengan berlawanan sisi. Khazayn menyerang kedua ular yang siap mencabik serta menelannya hidup-hidup. Sementara Alexis menyerang tubuh Typon beserta naga yang ada ditangannya. CRASSSSSHHH Aaaaaaaarggggggghhhh Tanpa diduga, Khazayn telah mengeluarkan pedangnya dan menebas ular yang sejak tadi menyerangnya. Salah satu ular yang berada dibawah tubuh Typon terputus dan mati tergeletak ditanah. Dan hal itu membuat Typon mengerang kesakitan. Suara teriakannya menggema, membuat kastil itu bergetar seolah akan terjadinya gempa. Dengan murka dan amukkannya. Typon mengeluarkan semburan api dari naga yang ada ditangannya kearah Khazayn dan juga Alexis. Dengan lincah dan gesit. Khazayn berhasil menghindari serangan itu. Namun tidak dengan Alexis yang kalah cepat sehingga api itu mengenai tubuhnya. Membuatnya terlempar dengan luka bakar yang cukup serius. Khazayn ingin melangkah mendekati Alexis dan berusaha untuk mengobatinya. Namun sayangnya dia tidak punya banyak waktu untuk itu. Khazayn hanya bisa melihatnya dari kejauhan sembari merapalkan mantra agar Alexis baik-baik saja. Lalu dia kembali memfokuskan perhatian pada Typon yang akan menyerangnya kapan saja. "k*****t busuk ! Bersiaplah mati dengan cara yang menyakitkan," sarkasnya dengan mengeluarkan tombak es yang berukuran besar dari tangannya dan melemparkan kearah Typon. Tombak itu melayang seperti lembing yang melesat cepat mengenai bahu Typon. Namun sayangnya tidak ada darah yang keluar dari sana, padahal tombak itu menancap cukup dalam. Sang raja iblis pun semakin murka dan menarik paksa tombak itu dan mematahkannya menjadi dua bagian. Typon mengerahkan kekuatannya untuk membalas serangan Khazayn dengan kembali membuat naga yang ada ditangannya menyemburkan api pada Khazayn. Kali ini api itu berwarna hitam dan berkobar lebih besar dari sebelumnya. Sehingga sulit untuk Khazayn hindari dan akhirnya ... Bruukk Khazayn ambruk dengan mengerang kesakitan akibat luka bakar yang begitu terasa panas ditubuhnya. Api hitam itu membuatnya tidak bisa bergerak, namun rasa sakitnya begitu terasa. Hingga menjalar keseluruh bagian tubuhnya. Bahkan sampai ketulangnya. Argghhh Shit! sakit sekali. Monster sialan, aku pasti akan membunuhmu. Serafina... kau akan baik-baik saja. Aku akan membawamu bersamaku. Arghhh... Ucapan Khazayn bagai sumpah tak terbantahkan. Namun sayang tubuhnya tak bisa menuruti keinginannya. Tubuhnya sudah terlalu lemah. Sampai akhirnya pandangan Khazayn mengabur dan perlahan pemilik darah abadi itu kehilangan kesadaran nya. KHAZAYN .... BANGUN ...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN