MELAWAN MONSTER

1003 Kata
Bruukk Auhh ... Chesa meringis saat monster itu berhasil membuatnya tersungkur, hanya dengan sekali tendangan. Sementara Alden mengambil pedangnya dan kembali menyerang monster itu. Alden menyeringai. Cukup kagum dengan kecepatan Monster itu yang diluar nalar mereka. Mereka tidak menyangka bahwa monster itu begitu kuat. Mereka bahkan terlalu meremehkan kemampuan monster itu yang ternyata memiliki kecepatan yang mengalahkan prediksi mereka. Namun meski begitu, Alden tidak kehabisan akalnya untuk melumpuhkan monster mengerikan itu. Hingga berbagai cara ia lakukan, mulai dari kecepatan hingga tipu daya yang luar biasa hebat. Sayangnya baru beberapa kali serangan, monster itu kembali mematahkan serangan Alden mentah-mentah dan membuat Alden terhuyung kearah Chesa dan ambruk menimpa tubuhnya, hingga Chesa terpekik kaget. Aaaaa "Apa kau hanya bisa berteriak! Jika tidak bisa bertarung lebih baik kau pergi saja, dan susul mereka," hardik Alden sembari menutup telinganya. Chesa mendelik. Ucapan Alden membuatnya ingin sekali melempar pria itu kesungai. Lalu tangan Chesa mendorong tubuh Alden yang masih saja betah diatas tubuhnya dan membuat pria itu jatuh kesamping tubuhnya. "Seharusnya aku yang marah padamu karena jatuh diatas tubuhku ! Apa kau tidak bisa mendarat di tempat lain !!" Wajah Chesa terangkat dengan gaya menantangnya. Menunjukkan pada Alden bahwa dia bukanlah wanita lemah yang mudah ditindas. "Kenapa kau marah padaku? Salahkan saja monster sialan itu yang telah menerjangku kearahmu." Baru saja Chesa ingin menyela, monster itu kini telah bersiap menyerang mereka kembali. Karena insting Alden yang cukup kuat, kini dia berhasil menangkis serangan monster itu dengan wajah superior nya. "Sudah cukup bermain-main nya mahkluk jelek. Aku akan mempercepat kematianmu sekarang. Pergilah kau ke neraka !!" Teriak Alden mengeluarkan kuku tajamnya yang sekeras baja dan bersiap mencabik monster itu dengan ganas dan brutal. Serangan Alden kali ini tidak meleset. Seakan mendapat kekuatan super, kecepatan Alden kali ini berkali-kali lipat. Hingga monster itu kesulitan untuk mengimbangi serangannya. Dan berkali-kali terkena cabikan kukunya yang menghasilkan luka menganga ditubuh monster itu. Monster itu mengerang kesakitan. Darah hitam telah mengalir deras dari tubuh monster itu. Namun tubuhnya masih saja bisa berdiri tegak dengan mantap dan kembali menyerang Alden. Namun sayangnya Alden langsung kembali menariknya dan mencakar makhluk itu dengan brutal hingga monster itu kembali berteriak kesakitan. Chesa hanya melongo menyaksikan pertarungan bengis itu, hingga tidak menyusahkan peluang baginya untuk ikut andil dalam pertarungan itu. Chesa hanya terdiam kaku seperti seorang penonton. Sampai akhirnya Alden memegang kepala monster itu dan memelintirnya sampai terdengar suara menggertak. Kretak Leher monster itu patah. Tubuhnya ambruk beserta darah hitam yang terus mengalir tiada henti. Chesa hanya membelalakkan matanya melihat kematian monster mengerikan itu dengan cara yang mengerikan pula. Tubuhnya koyak dimana-mana. Matanya melotot hampir terkeluar dari tempatnya. Sementara lehernya patah. Membuat Chesa begidik ngeri melihat pemandangan itu. "Ayo !" Suara Alden mengangetkan Chesa dan membuat gadis itu langsung mengikuti langkahnya, untuk menyusul keberadaan Khazayn dan kakaknya Alexis. Tanpa mereka duga. Ternyata Khazayn dan Alexis juga sedang bertarung dengan beberapa monster yang sama seperti tadi. Namun kali ini bobot tubuh monster itu jauh lebih besar. Melihat itu membuah Chesa lagi-lagi menelan ludahnya kasar. "Oh, s**t ... Apa tidak ada mahkluk yang lemah disini, agar aku bisa menghabisinya dengan mudah," rutuk Chesa mendesah letih. Padahal semua yang mereka hadapi tidaklah seberapa, dibandingkan melawan mahkluk yang lebih mengerikan dari ini. "KHAZAYN, AWAS DIBELAKANGMU !! Pekik Alexis melihat Khazayn yang dikepung oleh beberapa monster, dan melihat akan ada monster yang menyerangnya dari belakang. CRASSSSSHHH Dengan kecepatan Khazayn yang luar biasa ditambah prediksinya yang akurat. Membuat Khazayn dengan mudah menebak titik penyerangan sang musuh. Dengan menggunakan pedangnya. Khazayn berhasil membunuh dua monster dengan begitu mudah, hingga monster tersebut kini berubah menjadi abu. Tersisa dua monster lagi yang dengan bengisnya menyerang mereka tanpa memberikan jeda sedikitpun. Meski begitu, Khazayn tidak kesulitan sama sekali. Hanya dengan beberapa kali serangan serta bola api yang dia keluarkan untuk membakar mahkluk itu sampai hangus dan berubah menjadi abu. Khazayn benar-benar membantai mahkluk itu sampai tubuh mereka benar-benar berubah menjadi abu. Alden mengeluarkan rantainya dan melilit leher monster itu. Sampai akhirnya monster itu tercekik dan memaksa melepaskan jeratan rantai itu. Namun sayang, rantai itu tidak akan bisa dilepas. Hanya pemiliknya lah yang bisa memerintah rantai itu agar melepaskan lilitannya. Namun Alden tidak sebaik itu untuk melepaskan lilitannya begitu saja. Alden menggerakkan tangannya, hingga membuat monster itu terpelanting kekanan dan kekiri. Jeritan dari monster itu, menjadi kesenangan tersendiri bagi Alden. Sampai akhirnya mahkluk itu mati dan berubah menjadi abu. Dengan bangganya Alden menepuk kedua tangannya secara bergantian. Seolah sedang menyingkirkan debu yang ada ditangannya. Hal itu membuat Chesa mendengus, lalu matanya membulat saat akan ada lagi monster yang akan menerjangnya dari belakang. Bruukk Tanpa bisa dicegah, Alden Telah tersungkur kedepan dan lagi-lagi menubruk tubuh Chesa. "Bodoh ! Apa kau tidak bisa mendarat ditempat lain selain tubuhku hah !" "Jangan marah padaku Chesa. Tapi marahlah pada monster sialan itu. Sungguh ... Hal seperti ini bukanlah atas kehendakku," ujar Alden yang mulai kesal dengan keadaan. Lagi pula kenapa setiap kali terjangan monster itu harus mengenai tubuh Chesa. Apa tidak bisa sesekali mengenai Khazayn ataupun Alexis. Alden bergidik saat membayangkan jika dirinya mengenai tubuh Khazayn, sudah pasti dengan prediksi nya Khazayn akan menghindar bahkan yang lebih parah, Khazayn akan melempar balik tubuhnya dan mengenai monster itu. Begitupun hal nya dengan Alexis. Jika mengenai tubuh Alexis maka kakaknya itu akan langsung membanting tubuh Alden dan tentunya hal itu akan sangat mneyakitkan. Jadi ... Dia sepertinya cukup bersyukur jika hanya mengenai Chesa. Gadis itu tidak memiliki tenaga yang cukup untuk melempar kembali tubuhnya apalagi membantingnya. Tanpa memperdulikan wajah Alden yang begitu aneh dengan terkekeh sendiri. Chesa langsung mengambil pedang yang terkapar dan menyerang monster itu dengan keahliannya. Hanya dengan beberapa kali serangan, monster itupun ambruk. Lalu dengan gesitnya Chesa menghujam tubuh monster itu agar benar-benar mati dan tidak akan pernah bangkit lagi. Alden terperangah melihat aksi Chesa yang sangat diluar dugaannya. Bagaimana bisa gadis itu tiba-tiba dengan mudahnya membunuh monster itu hanya dengan beberapa kali serangan. Tubuh monster itu bahkan terlihat lebih menyedihkan. Dengan luka menganga dimana-mana serta beberapa bagian tubuh yang sudah tidak karuan lagi bentuknya. Chesa benar-benar menyiksa mahkluk itu dengan caranya sendiri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN