"Alger, Flourenc sedang membutuhkanmu. Pergilah kesana,"
"Apa yang terjadi Yang mulia Ratu?"
"Dinding sihir telah terbuka, mahkluk kegelapan akan mengincar janin yang dikandung oleh Zara. Kau harus kesana membantu mereka."
"Baiklah Yang Mulia Ratu. Aku akan kesana Sekarang juga." Alger memberi hormat dan beranjak untuk pergi dari sana. Menuju kerajaan Flourenc. Namun langkahnya terhenti saat melihat pengawal istana berlari menujunya dengan raut wajah cemas.
"Alger, Nona Lily telah diculik oleh penyihir."
Alger tersentak kaget. "Bagaimana bisa?"
"Nona Lily telah dijebak oleh penyihir yang bernama Jullian itu. Dia dibawa kekastil yang ada di hutan utara." Alger menggeram murka mendengar itu. ("Bodoh !! Aku sudah memperingati mu Lily !! Tapi kau tidak mempercayai ucapanku. Sekarang aku harus bagaimana. Kerajaan Flourenc diserang, Zara dalam bahaya besar saat ini. Namun ada Lily yang juga dalam bahaya.")
Aaarrghhhhh
Alger menarik kasar rambutnya. Wajahnya nampak kesal ditambah kebimbangan. Tanpa berfikir panjang, Alger segera pergi kehutan utara untuk menyelamatkan Lily terlebih dulu. Alger melesat cepat seperti kesetanan. Matanya merah karena murka sementara tangannya mengepal kuat.
("Mahkluk itu .. Dia harus mati ??")
*~*
Lily memberontak dari ikatan tali yang telah disihir oleh Jullian.
"Kenapa kau lakukan ini padaku Julian? Lepaskan aku ?"
Julian tertawa sinis mendengarnya. "Tentu saja untuk menambah kekauatanku. Lagi pula mahkluk lemah dan bodoh sepertimu tidak pantas hidup. Jika seperti ini kau akan lebih berguna. Hahaha ..."
"Kau menjijikan. Kau mahkluk licik yang tidak tahu malu. Alger pasti akan membunuhmu !!"
Julian kembali terkekeh mendengarnya dan berjalan perlahan mendekati Lily. Alger menarik dagu Lily keatas memaksa untuk menatap wajahnya. "Kau pikir dia akan menyelamatkan mu? Huh, jangan bermimpi. Kau sudah mencampakkan pria itu. Tidak akan mungkin dia datang kemari hanya untuk menyelamatkan mu." Julian menghentikan ucapannya dan berjalan menuju api ritualnya.
"Sekarang kau akan menjadi tumbalku selanjutnya." Julian tertawa jahat dengan raut mengerikan. Sampai Lily bergidik ngeri melihatnya.
Julian berjalan mendekati Lily dan menyeretnya masuk kedalam api itu. Lily meronta ketakutan dan berteriak namun sayangnya tidak ada satupun yang akan menolongnya. Sampai akhirnya dinding itu runtuh dan hampir menimpa kepala mereka. Dan menampilkan sosok Alger yang berdiri disana.
"Jangan sentuh wanita itu !!""
Alger berucap dengan aura mengerikan disekeliling nya. Matanya menatap tajam Julian yang menarik paksa tubuh Lily.
"Alger?" mata Lily berbinar, melihat Alger yang datang. Dalam sekejap, Lily langsung merasa aman dengan kehadirannya.
Julian membulatkan matanya. Terlihat jelas bahwa Jullian begitu takut dengan kehadiran Alger disana. Bukan hanya akan merusak rencana nya. Tapi juga berbahaya bagi keselamatannya.
"Kau ... Bagaimana bisa?" tenggorokan Julian seakan tercekat. Belum sempat dia melanjutkan ucapannya. Alger telah mengeluarkan sihirnya dan mendorong Julian hingga menabrak tembok dengan benturan yang teramat keras.
Brakkk
Tidak sampai disitu saja. Alger menarik tubuh Julian dan mencekiknya, mengangkatnya keatas hanya dengan menggunakan satu tangannya. Alger memperlihatkan wajah iblisnya yang selama ini dia simpan. Hanya dengan sekali hentakkan tubuh Julian ambruk dan mengeluarkan banyak darah.
Alger kembali mendekati Julian namun julian langsung mengeluarkan sihirnya hingga tubuh Alger terhuyung kebelakang. Julian mengambil kesempatan itu untuk kabur. Namun Alger mengeluarkan sihir rantai untuk mencekalnya. Rantai itu menjerat kakinya dengan kuat. Alger langsung menariknya dengan kasar hingga Julian merasakan kesakitan karena terseret.
"Penyihir pengecut sepertimu tidak pantas hidup." Alger berucap dengan aura mengerikan. Seakan itu adalah vonis mati bagi Julian. Seketika tubuh Julian bergetar mendengarnya ditambah ekspresi Alger yang mengerikan.
Alger kembali menghajarnya secara brutal. Lily sampai mual melihat cara Alger yang nampak sadis mencabik hingga memutuskan tangan Julian, teriakan Julian menggema di kastil itu. Lily membalik tubuhnya, matanya tidak sanggup melihat adegan yang mengerikan didepan matanya itu. Suara teriakan Julian yang melolong kesakitan membuat siapapun bergidik ngeri.
Lily memilih keluar duluan dari kastil itu. Membiarkan Alger menyelesaikan sendiri urusannya. Lily sudah tidak tahan lagi mendengar teriakan memilukan dari Julian.
Nafas Lily masih tersengal karena terburu-buru. Sampai akhirnya dia menyadari kehadiran Alger didekatnya. Lily menatap Alger yang nampak dingin namun santai seolah tak berdosa.
"Apa sudah selesai?" Lily mencoba menghilangkan kecanggungan diantara mereka. Lalu matanya membulat melihat Alger membawa potongan tangan dan melemparnya asal. Perut Lily semakin mual dan mengumpat kesal.
Lily terdiam melihat Alger yang menatapnya dingin dan berlalu begitu saja. ("Apa dia marah padaku?") batinnya.
Lily berlari kecil mengimbangi langkah Alger yang berjalan tergesa-gesa.
"Alger tunggu !!"
Alger tidak memperdulikan Lily dan tetap fokus pada langkahnya.
"ALGER !!"
Lily tersentak saat Alger tiba-tiba berbalik hingga tubuh mereka hampir bertabrakan. Alger menatpnya dingin. "Kenapa?"
"Maaf." cicitnya. Mata Lily menyiratkan penyesalan yang dalam.
"Itu saja." sautnya datar.
"Jika kau ingin marah. Ya marah saja, tapi jangan seperti ini. Aku bahkan tidak keberatan jika kau ingin menghukumku." Alger menyeringai dan mendekatinya. Wajah Alger mendekat ketelinganya.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan. Aku akan menghukummu." bisiknya. Lalu Alger menarik kembali tubuhnya. "Tapi tidak sekarang. Aku masih ada urusan yang lebih penting."
"Urusan apa? Apa ada masalah?" ucap Lily menatapnya nanar.
"Ya, Flourenc membutuhkanku. Kerajaan itu diserang mahkluk kegelapan yang mengincar janin Zara. Aku harap aku tidak terlambat membantu mereka."
"Kalau begitu aku ikut !!" ucap Lily antusias.
"Tidak !! Kau pulanglah kekerajaan. Disana sangat berbahaya." ucapnya tegas.
"Tapi ...."
Belum sempat Lily menyela, Alger telah membuka portal dan masuk kesana. Lily hanya menatap cahaya itu sampai punggung Alger yang perlahan menghilang seperti ditelan angin.
Lily mengerucutkan bibirnya dan mendesah letih. ("Semoga kalian semua baik-baik saja.") batinya.
*~*
Sementara itu dikerajaan Flourenc ...
Mahkluk kegelapan mulai berdatangan mencium aroma janin yang menggiurkan. Mereka berbondong-bondong memasuki kerajaan itu dengan wajah haus darah.
Para penjaga gerbang sampai kewalahan menghadapi mereka yang brutal. Banyaknya mahkluk mengerikan itu menjadi ancaman bagi Zara dan janinnya.
"Rebecca kau jaga Zara baik-baik. Sementara aku akan menghadapi mahkluk itu dan berusaha menutup kembali portal kita menggunakan sihir." ujar Zach tegas.
"Baiklah. Kalian semua berhati-hati. Aku akan membawa Zara ketempat yang aman, dibawah tanah."
Mereka semua mengangguk setuju. zach berjalan mendekati istrinya dengan tatapan sendu lalu memeluknya erat dan sesekali mengecupnya. "Semuanya akan baik-baik saja. Jangan khawatir."
"Jaga dirimu Zach." Zach mengangguk dan tersenyum lembut. Tangannya mengusap perut Zara yang membesar penuh kasih sayang.
Merekapun pergi dengan langkah tegas. Zach mengeluarkan pedang bermata biru dan menggenggam nya erat. Sementara Century berjaga didepan istana untuk melihat kondisi jika terjadi sesuatu yang buruk. Maka dia akan langsung memberi tahu Rebecca.
Suasana kerajaan sedang kacau, mahkluk kegelapan datang silih berganti tiada henti. Sementara para penjaga portal mulai berkurang akibat serangan mahkluk itu.
"Ini buruk !!" gumam Zach menatap para anak buahnya nya.
"Tapi ini belum terlambat." ucap Alger yang sudah berdiri dibelakang Mereka.
Alger datang dengan membawa banyak pasukan nya. Para pasukan Alger nampak bringas dengan membawa gada berpaku dan rantai api yang mereka buat sendiri untuk menghabisi mahkluk kegelapan yang menyerang kerajaan itu.
"Ayo kita mulai ..."