SIAPA MAHKLUK MISTERIUS

1003 Kata
"BODOH!" maki Century itu pada Alger. Membuat Alger menatapnya marah. "Apa kau tidak berfikir dulu sebelum menimbulkan perasaan mu padanya! Biar ku ingatkan padamu Alger. Jika kau yang menikahinya maka keturunan kalian akan mewarisi tulang bengkok seperti yang kau alami dulu. Atau mungkin lebih parah dari itu. Jika sudah seperti itu usaha kita melawan Erios akan sia-sia," ucapnya lagi. Alger terdiam, semua yang dikatakan Century itu benar. Meski saat ini fisik nya sudah sempurna, tapi tidak untuk Gen nya nanti. Cintanya hanyalah sebuah angan-angan semata. Mereka tidak akan bisa bersama. Alger mengusap kasar wajahnya. Dan segera pergi dari sana. Perasaannya bertambah kalut dan hancur. Dari kejauhan Alger melihat Zach yang berjalan kearah nya dengan tatapan dingin. Zach menghentikan langkahnya saat berada tepat didepan Alger. Seketika tatapan mereka beradu seolah menyiratkan permusuhunan diantara mereka. Lalu Zach melanjutkan langkahnya meninggalkan Alger yang masih bergeming ditempatnya. **** Ratu Anna telah membuka matanya, dan hal itu membuat Zara tersenyum bahagia dan langsung menghambur kepelukan ibunya. Menumpahkan segala kerinduan yang selama ini dia rasakan. "Ibu bagaimana keadaanmu?" tanya Zara lembut. Ada raut kekhawatiran yang masih belum juga hilang. Zara masih sangat syok dengan kejadian yang menimpa ibunya. Dia khawatir Erios melakukan sesuatu yang menyakiti ibunya. "Ibu sudah lebih baik Zara," jawabnya tidak kalah lembut. Mencoba menghalau perasaan cemas putrinya. Dan bersikap bahwa dia memang baik-baik saja. "Senang melihatmu sudah bangun yangmulia Ratu," ucap Rebecca yang tiba-tiba datang. "Becca!! Kau ... Rebecca Flourenc?" tanya Ratu Anna sedikit terkejut. "Benar, aku Rebecca Florence," jawabnya dengan anggukan. "Terimakasih telah membantu Zara untuk menyelamatkanku," ucap Ratu Anna tulus. "Sama-sama," Rebecca tidak membuang buang waktu untuk menceritakan semua masalah baik di kerajaan maupun yang menimpa kaumnya. Ditambah lagi Erios yang tidak bisa dikalahkan karena ilusinya. Rebecca juga meminta agar Ratu Anna menyetujui rencana pernikahan Zach dan Zara untuk meneruskan tahta kerajaan Flourenc. Untungnya Ratu Anna mengerti dan menyetujui pernikahan itu. Akhirnya pernikahan mereka akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Namun Ratu Anna meminta agar pernikahan itu dilakukan secara tertutup. Untuk menjaga keamanan mereka dari para musuh yang mungkin akan menghalanginya. "Apa yang dikatakan Century itu benar. Ilusi Erios sangatlah kuat, dia bisa menipu kita kapanpun. Dan ada satu hal lagi yang harus kalian ketahui!" ucap Ratu Anna seolah menerawang dalam ingatannya. Membuat mereka semua memberi tatapan penuh pertanyaan. "Erios tidak pernah mengandalkan kekuatan fisiknya untuk menyerang, dia selalu menggunakan sihir. Jika kalian menyerang fisiknya langsung sampai dia tidak sempat mengeluarkan sihir maka dia akan kalah telak," sambungnya lagi. "Baiklah yangmulia Ratu, kami mengerti." saut mereka bersamaan. *** "Zara, menikahlah denganku. Jadilah permaisuriku dan ibu dari anak-anakku." ucap Zach berlutut dengan memegang tangan Zara, sebuah lamaran yang begitu romantis. "Apa yang kau lakukan Zach ! Aku memang akan menikah denganmu. Kau tidak perlu melakukan hal ini." jawab Zara dengan wajah merona menahan malu. "Aku tahu. Hanya saja aku ingin melakukannya dengan keinginan hatiku, bukan semata-mata karena tujuan lain." ucap Zach yang membuat Zara melebarkan senyumannya. "Aku menerima lamaranmu Zach, aku mau menikah denganmu." ucapnya tanpa keraguan sedikitpun. "Terimakasih," ucap Zach segera membawa Zara kedalam pelukannya. Suasana romantis diantara mereka buyar saat melihat pintu kamar itu terbuka. Sosok Rebecca muncul dengan wajah panik dan tegang. "Rebecca...? Ada apa?" "Zach. Ada mahkluk misterius yang memasuki lingkungan kerajaan kita, makhluk itu memakan kaum kita terutama anak-anak, dan membuat kerusakan dimana-mana." "Apa?" tanya Zach tajam. "Maksudmu sekarang mahkluk itu meneror kerajaan kita begitu?" "Ya. Menurut saksi mata, mahkluk itu berupa monster hitam yang menyerupai laba-laba raksasa. Entah dari mana datangnya monster itu, kita harus segera menyelidikinya sebelum lebih Banyak lagi korban berjatuhan." ucap Rebecca tegas. "Zach aku pergi dulu, aku harus melakukan apapun yang bisa kulakukan. Aku datang kemari untuk memberi tahu kalian soal mahkluk itu. Sekarang aku harus kembali kerapat darurat. Kalian tidak bisa melangsungkan pernikahan jika kita belum bisa membunuh monster itu, berhati-hatilah." ucap Rebecca memeluk Zach dan Zara sekilas lalu berjalan pergi dengan langkah-langkah lebar. Zach mendesah letih. Masalah berdatangan tanpa henti. Bahkan saat menjelang pernikahannya ada saja masalah yang datang. Semua rangkaian sumpah serapah dan makian yang akan dilontarkan Zach dalam hati seketika terhenti saat tangan hangat Zara memeluknya. Seolah memberi ketenangan dalam dirinya. "Tenanglah, masalah ini akan segera teratasi," ucap Zara lembut. Tapi pikiran Zach berbeda justru mencurigai seseorang dibalik masalah ini. "Bukankah Alger juga bisa berubah wujud menjadi monster. Apa ini rencananya untuk menggagalkan pernikahanku," batin Zach membuatnya berfikir keras. Sejak mengetahui bahwa Alger menyukai Zara waktu itu, membuat Zach selalu mencurigainya. Meski Zach tahu tidak ada niat jahat didalam pikiran Alger, namun dia tetap harus waspada. "Zara aku pergi dulu, aku harus menyelidiki kasus ini secepatnya." ucap Zach melepaskan pelukan Zara pelan dan segera melangkah lebar untuk ikut menyelidiki masalah itu. Zara hanya mengangguk pelan menanggapinya. "Berhati-hatilah Zach." ucapnya yang angguki oleh Zach. Zach segera pergi dengan langkah cepat, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara gemerisik dari kejauhan. Zach mendekatinya secara perlahan. Zach bisa merasakan adanya gelombang energi yang cukup familiar baginya. gelombang energi yang kuat namun tidak begitu pekat. Ditambah lagi bau darah yang menyeruak diudara seolah menusuk indra penciumannya. Gelombang energi itu semakin jelas saat Zach semakin mendekati sisi taman yang cukup gelap dan sepi. Meski tempat itu dijaga, namun tetap saja sepi karena jarang dilewati. Zach semakin mendekati tempat itu dan sedikit samar dia mendengar suara seseorang yang terengah- engah seperti kesulitan bernafas. Lalu tanpa menunggu lagi Zach segera menyibakkan sedikit dahan yang cukup menutupi pandangannya dari mahkluk yang sedang membawa seorang pria paruh baya, yang ia yakini orang itu adalah kaum nya sendiri. Tapi yang membuatnya terkejut bukanlah pria paruh baya itu, melainkan mahkluk yang membawanya. Seseorang yang sangat dibencinya dan sangat dicurigainya sejak munculnya kasus teror mahkluk monster yang meresahkan kaumnya. Ditambah lagi banyak nya bercak darah disekujur tubuh mahkluk itu. yang diyakini Zach itu adalah cipratan darah dari mangsanya. Zach menggeram marah, tanganya mengepal kuat, matanya yang kelabu berubah menjadi hitam pekat. Dalam sekejap dia berubah menjadi iblis mengerikan yang siap untuk menghabisi lawannya. Giginya sampai menggertak karena amarahnya. BUGH Sebuah pukulan keras mendarat dengan sempurna. Membuat si empunya menahan sakit yang teramat sangat. DASAR KEPARAT
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN