BERTARUNG MELAWAN ERIOS

1003 Kata
Zach muncul dengan api kemarahannya, matanya menghitam kuku tajamnya seketika muncul siap merobek dan mencabik siapa saja yang berurusan dengannya. Ditambah melihat kondisi Zara yang mengeluarkan darah di sudut bibir dan juga pelipisnya. Membuat Zach begitu murka sampai suasana disana berubah menjadi sangat mencekam. Namun berbeda dengan Erios yang justru masih terlihat santai. Kedatangan Zach dan juga Sargha, bukanlah sebuah ancaman baginya. Tapi biarpun begitu kehadiran mereka bisa menunda tujuan Erios. Zach mengeluarkan sihirnya yang membuat anak buah Erios terpental jauh. Sedangkan Sargha mengeluarkan bongkahan es untuk menyerang Erios, namun Erios mematahkan serangan Sargha dengan begitu mudahnya, tanpa bersusah payah mengeluarkan energinya. Erios juga mengeluarkan perisai untuk melindunginya dari serangan bertubi-tubi dari Zach. Lalu menyerang balik dengan melemparkan tombak es ke arah nya secara brutal. Sedangkan Victoria, dia tidak tinggal diam. Dia menyerang Zach menggunakan kuku tajamnya yang sekeras baja untuk menoreh tubuh Zach. Tapi Zach jauh lebih hebat dibandingkan Victoria, Zach memelintir tangannya keras-keras sampai pergelangan tangan nya berkeretak; entah patah atau hanya terkilir biasa. Zach menarik kepalanya kebelakang dengan satu tangan, sementara tangan yang lainnya mengunci tubuh Victoria, yang membuat semua upaya Victoria untuk melawan atau membebaskan diri terlumpuhkan. Zach bisa melihat Victoria yang menghela nafas tercekat, menahan sakitnya yang luar biasa, belum lagi akibat tancapan kuku Zach yang tajam dan panjang membuat tangan Zach dipenuhi darah Victoria. "Cepat, bebaskan Ratu Anna ..." ucap Zach menatap bengis Victoria. Sadar tidak bisa lagi melawan, Victoria hanya meronta-ronta. "Lepaskan aku, aku tidak bisa melakukannya," ucap Victoria disela ringisannya. Ada ketakutan yang luar biasa pada iblis itu. Dia tahu Zach benar-benar marah dan nyawanya sedang dipertanyakan. "Lalu bagaimana cara membebaskannya, kau pasti tahu sesuatu," bentak Zach mulai tidak sabar. "Matipun aku tidak akan memberitahumu," jawabnya dengan tersenyum sinting. Jika saja Victoria sadar bahwa dirinya saat ini sedang berada diujung tanduk mungkin dia tidak akan berani mengatakan hal itu. "Baiklah jika itu yang kau inginkan. Aku akan membuat kematian terbaik bagimu," ucap Zach dengan seringai jahatnya. "Silahkan menikmati tusukan baja spesial," ujar Zach datar, ingin menghujamnya ketubuh Victoria. Namun belum sempat itu terjadi Victoria berteriak menahannya. "HENTIKAN... Baiklah, aku akan membebaskannya," ucap Victoria meringis ketakutan melihat tombak baja yang ada ditangan Zach. "Heh ... Ternyata kau takut mati juga," ucap Zach tersenyum mengejek. Sadar bahwa itu adalah senjata ampuh untuk mengancamnya. Dengan nafas tersengal Victoria mengeluarkan sihirnya untuk membuka dinding sihir yang mengurung Ratu Anna. Erios yang masih disibukkan dengan Sargha, terjingkat kaget melihat Victoria yang berusaha membebaskan Ratu Anna. Erios menggerakkan tangannya kearah Victoria yang membuatnya terlempar jauh, hingga memuntahkan banyak darah. Erios murka dengan tindakkan Victoria, lalu menghujaninya dengan tombak es yang mendarat sempurna ditubuhnya. Victoria mati seketika ditangan Erios sendiri. "Jalang sepertimu tidak pantas hidup!" maki Erios menatap jijik ke arah mayat Victoria yang menggenaskan. Zach mengeluarkan bola apinya untuk menyerang Erios, belum siap dengan serangan itu membuat Erios terpental. Zach mengambil kesempatan itu dengan, menghujani dinding sihir yang sedikit lagi akan terbuka itu dengan menggunakan bola apinya. Meski sulit dan menghabiskan banyak energi, akhirnya dinding transparan yang telah disihir itupun terbuka. Ratu Anna yang tadinya mengapung langsung terjatuh kelantai. Melihat itu, Zara langsung bergegas mendekati ibunya. "Ibu ... Ibu, kumohon bangunlah," ucap Zara memangku kepala Ratu Anna. Kekhawatiran dan kesedihan terlihat jelas dari wajahnya. Erios menerjang tubuh Sargha dengan kekuatan penuh, gelombang energinya yang kuat terpancar dengan jelas saat dia mengeluarkan sihir khususnya. Sargha terpental dan membuatnya mengeluarkan darah dari mulutnya. Zach kembali menyerang Erios Menggantikan posisi Sargha sementara ia di obati oleh Zara. Zach mengeluarkan rantai apinya, namun rantai itu hancur berserakan terkena sihir Erios. Zach tidak menyerah, dia mengeluarkan bola api dari tangannya dan mengarahkan nya pada Erios, meski sempat mengelak Erios masih bisa merasakan sakit yang disertai dengan rasa panas membakar di tubuhnya. "Ternyata kau lumayan juga," ucap Erios kewalahan menghadapi Zach, yang berkali-kali lipat lebih kuat dari Sargha. Akan sangat sulit baginya melumpuhkan Zach. "Jangan menghinaku dengan mengatakan hal itu! Kau seharusnya sadar pengecut sepertimu tidak layak untuk hidup," seru Zach langsung melemparkan serpihan es yang meluncur seperti lembing, berputar-putar cepat di udara dan menancap di d**a kirinya, yang nyaris mengenai jantung. Erios terbelalak kaget memandangi lukanya, tidak menyangka bahwa serangan telak dari Zach akan mengenaninya. Erios mencabut kasar serpihan itu dan merapalkan mantra untuk membuat sihir benang hitam yang akan mengendalikan pikiran Zach. Hanya itu satu-satunya cara untuk melumpuhkannya. Hanya butuh waktu sepersekian detik sihir itu bekerja dan langsung mengenai Zach. Erios menggumam kan sebuah perintah agar Zach tunduk dan bertekuk lutut dihadapannya, meski Zach masih memiliki sedikit kesadaran, namun kekuatan sihir Erios mampu membuat tubuhnya tidak bisa berkutik selain mengikuti semua perintahnya. Luka ditubuh Sargha yang begitu parah membuat Zara kewalahan untuk mengobatinya. Energi Zara terkuras, tubuhnya mulai keringat dingin. Ratu Anna bahkan belum sadar juga. Ditambah lagi kondisi Zach yang tidak bisa berkutik dibawah kendali Erios. Zara bingung apa yang harus dia lakukan. "Cepat bawa Zara dan ibunya ketempat yang sudah kusiapkan," ucap Erios memberi perintah pada Zach. Zach menurutinya dan menuju ke arah Zara. "Tidak Zach!! Jangan dengarkan dia. Kumohon sadarlah," teriak Zara memberontak dari Zach yang mencoba membawanya. Zach diam saja, matanya menatap kosong seolah jiwanya saat ini tidak berada pada tempatnya. Sargha masih lemah tak berdaya, bahkan untuk bangkitpun dia tidak sanggup, apa lagi menolong Zara. "Zach!! Berhenti, jangan lakukan ini. Zach aku Zara ... Kumohon sadarlah!!" ucap Zara mulai frustasi. Zach mengikat Zara dibawah pusaran yang dikelilingi api ungu keemasan, lalu membawa Ratu Anna untuk kembali ketempat sebelumnya, yang berada di hadapan Zara saat ini. Erios segera mengambil tempat untuk memulai ritualnya. "Zach sadarlah!! Kumohon hentikan semua ini, Erios adalah musuh kita. Zach ... AKU MENCINTAIMU KU MOHON SADARLAH." ucap Zara meneteskan air matanya, menatap dalam manik mata Zach yang berada tepat dihadapannya. Zach mulai mengumpulkan kesadarannya, namun dia kehabisan energi untuk itu. Zach mulai sadar, namun tubuhnya masih mematuhi perintah Erios. Dia hanya bisa mengerang marah, melihat Erios yang mulai mendekati Zara untuk menyerap habis energi serta darahnya. Tidak ada yang bisa dia lakukan. Hanya menyaksikan dan menanti saat-saat kematian Zara. Erios tertawa senang dan menatap mangsa dengan bringas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN