KHAZAYN ...
Chesa begitu syok melihat Khazayn yang terkapar tak berdaya. Sementara itu, tidak jauh dari Typon, Serafina pun ambruk tak sadarkan diri.
Matanya semakin melebar. Saat melihat Khazayn mengeluarkan api dari dalam tubuhnya yang menyembur keluar dengan kobaran yang lumayan besar. Api itu tidak membakarnya. Melainkan menyapu keseluruh luka yang ada ditubuh Khazayn. Baik itu luka luar maupun luka dalam.
Kobaran api itu terus hidup menyelimuti seluruh tubuh Khazayn. Sehingga membuat Chesa terheran-heran. Bingung apa yang harus dia lakukan. Apakah dia harus menyiram api itu dengan air untuk memadamkannya, atau menunggu sampai api itu padam. Pikiran nya seolah buntu. Chesa berdiri kaku seperti orang tol*l yang hanya bisa melihat dengan raut wajahnya yang kebingungan.
Sementara itu, Alden langsung masuk ke arena pertempuran membantu Alexis menaklukkan Typon yang tak tersentuh sedikitpun. Beberapa naga ditangan Typon semakin bringas dan sesekali menyemburkan apinya pada Alden. Namun Alden dengan gesitnya menghindar.
"k*****t !! Pergilah kau ke neraka !" Maki Alden pada Typon yang tidak henti-hentinya menyerang. Typon kembali menembakkan beberapa belati tajam berbentuk bintang kearah Alden dan Alexis dengan bertubi-tubi. Hingga kecepatan mereka menurun drastis dan belati itu akhirnya menggores d**a mereka dengan bentuk memanjang. Dan ada juga yang mendarat sempurna dibahu Alexis, sehingga membuat Alexis mengerang kesakitan.
Aaarrgghhh
Meski kondisi Alexis terlihat begitu menyedihkan. Namun tenaganya masih cukup untuk kembali menyerang Typon. Walaupun sangat jauh kemungkinan dirinya bisa merobohkan Typon. Namun dia tetap berusaha dan semakin gencar melawan serangan Typon yang ganas.
BRAKKKK
Suara benturan keras yang berasal dari tubuh Alden yang menabrak dinding akibat serangan Typon. Membuat Alden meringis merasakan sakit dipunggung serta kepalanya.
"Menyerahlah !! Kalian hanya membuang waktuku untuk membunuh keturunan Florence," ucap Typon dengan nada arogan. Suara berat yang mengerikan itu terdengar sampai ke telinga Chesa yang tadinya masih terpaku dengan api yang menyembur ditubuh Khazayn yang sudah merubah warnanya menjadi ungu keemasan.
Mata Chesa kembali terpukau, melihat luka ditubuh Khazayn sedikit demi sedikit menghilang. Sepertinya api itu merubah warnanya saat luka itu perlahan memudar, pikirnya.
Sementara itu, Alexis kembali bangkit dan mengaum seperti seekor singa. Menatap murka pada Typon. Lalu Alexis langsung menyergap dan mendapati ular dibawah tubuh Typon yang masih hidup. Alexis mencakar dan mengoyak ular itu dengan ganas dan brutal. Sementara Alden kembali menyerang dengan mengeluarkan rantainya untuk menjerat Typon. Namun sayangnya rantai itu tidak mampu melilit lebih lama, ditubuh Typon yang besar dan juga keras seperti batu. Hingga saat rantai itu membelenggu tubuhnya. Dengan mudah Typon melepaskan hanya dengan sekali hentakkan.
Meski jeratan rantai itu tidak bisa bertahan lama untuk melumpuhkan Typon, namun Alexis berhasil membunuh ular yang satunya sehingga membuat Typon kembali berteriak kesakitan saat Alexis berhasil mengoyak tubuh ular itu.
Suara jeritan kesakitan itu menggema. Membuat semua kelalawar yang dikastil itu terbang keluar, karena ketakutan.
"b*****h !! Akan kubunuh kalian semua."
Suara ancaman yang menindih rasa kesakitan itu terdengar begitu mengerikan. Seperti sebuah vonis mati bagi mereka semua. Namun Alexis dan Alden tidak gentar sedikitpun. Mereka terus saja menyerang tanpa henti. Sampai akhirnya Alexis kembali terpelanting akibat semburan api yang dikeluarkan oleh naga yang ada ditangan Typon. Tubuh Alexis pun telah berubah kembali kebentuk semula.
Darah hitam menyembur keluar dari mulut Alexis. Dengan terbatuk-batuk, Alexis masih saja mencoba berdiri untuk membantu Alden. Tubuhnya yang carut marut dan terlihat menyedihkan membuat Chesa berlari mendekat kearahnya.
"Alexis? Tidak ... Jangan lakukan itu. Kau harus beristirahat sejenak." ucap Chesa menepikan Alexis untuk menjauh dari arena pertempuran. Meski ada penolakan dari Alexis namun Chesa tak menyerah.
"Tidak. Aku harus membantu Alden membunuh iblis itu. Alden tidak akan bisa melakukannya sendirian."
Alexis menjauhkan tangan Chesa yang hendak menahannya, namun Chesa masih tetap mempertahankan tangannya.
"Jangan bodoh ! Lihatlah, tubuhmu bahkan terlihat sangat menyedihkan. Lebih baik kau obati saja dulu lukamu," ucap Chesa setengah berteriak.
"Aku tidak peduli !! Aku harus membantu Alden sekarang juga," Alexis semakin kekeh ingin kesana. Namun lagi-lagi Chesa mencegahnya.
"Jika kau kembali kesana, maka aku berani jamin bahwa kau tidak akan punya kesempatan menarik nafas lagi setelahnya. Dalam artian kau akan mati konyol di tangan Typon."
Alexis terdiam. Tangannya yang tadinya memberontak, kini tidak bergerak sedikitpun. Dia sempat berpikir bahwa yang dikatakan Chesa ada benarnya. Jika dia kembali kesana, maka hanya dengan sekali kibasan dari Typon, maka dia pasti akan mati. Tubuhnya terlalu lemah kali ini. Jangankan untuk kembali menyerang. Bahkan berjalan pun dia sudah terseok-seok.
Belum sempat mereka berpikir terlalu jauh. Kini mereka semakin khawatir saat mendengar suara teriakan kesakitan dari Alden. Dan melihatnya yang sudah ambruk dengan luka di punggungnya yang terkoyak dan menganga lebar. Namun Alden masih sangat sadar. Dia masih mencoba bangkit untuk menyerang Typon, namun baru saja Alden maju selangkah, Typon kembali menyerangnya dengan lemparan belati secara beruntun. Belati itu melesat cepat, Namun Alden juga berusaha secepat mungkin menghindar. Namun sayangnya, disaat kondisi mereka yang lemah seperti ini, salah satu belati itu akhirnya mendarat sempurna diperutnya hingga Alden pun ikut memuntahkan cairan hitam dari mulutnya. Hal itu membuat Typon tertawa keras karena merasa bangga atas dirinya akan mengalahkan tiga mahkluk penghisap darah sekaligus.
"Hahahaha ... Aku sudah memberikan kalian sebuah pilihan yang menggiurkan untuk menyerah dan berlutut dihadapanku. Tapi dengan sombongnya kalian menolak mentah-mentah niat baikku itu.
Sekarang ... Rasakanlah kematian yang sangat menyakitkan dariku," ucap Typon dengan seringai iblisnya dan langsung menyemburkan api hitam yang dikeluarkan dari mulut naga yang ada ditangannya.
Chesa terbelalak kaget. Melihat Typon yang hendak menyemburkan api hitam yang akan membunuh mereka hanya dengan sekali semburan. Dia tidak bisa mundur, apalagi lari. Sudah sangat terlambat bagi mereka untuk menghindar. Tubuh Chesa bergetar ketakutan saat menantikan detik-detik kematiannya yang tentunya pasti akan menyedihkan. Chesa memejamkan matanya sembari berdoa dalam hatinya agar semua yang terjadi hanyalah sebuah ilusi.
Namun Saat api itu keluar. Tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan semburan sebuah cahaya kebiruan yang menutupi Alden, Alexis, beserta Chesa dari semburan api hitam yang mematikan itu. Cahaya kebiruan itu membentuk sebuah perisai yang melindungi mereka. Sehingga api hitam itu tidak menyentuh mereka sedikitpun.
Mereka semua sangat kaget. Sementara Chesa langsung membuka matanya saat menyadari tidak ada sesuatu yang terjadi.
"SUDAH CUKUP IBLIS k*****t !! SEKARANG WAKTUNYA AKU MENGIRIMMU KE NERAKA !!"
BERSAMBUNG .....